Search
Close this search box.

Inspirasi

Bukan Peringatan Gak Mempan

Tau gak kisah tentang Abdullah bin Ummi Maktum? Kita akan ceritain disini yah. Suatu saat Rasulullah SAW sedang berunding dengan petinggi-petinggi Quraisy untuk ikut ajakan Rasulullah SAW. Namun ketika berunding dengan petinggi elite Quraisy, tiba-tiba Abdullah menanyakan sesuatu ke beliau, tapi Rasulullah SAW  menghiraukannya dan tidak menggubrisnya sama sekali karena sedang sibuk berbicara dengan beberapa tokoh Quraisy yang di antaranya ada Syaibah bin Rabi’ah.

Setelah selesai berunding dengan para pemuka Quraisy, Rasulullah saw kemudian bersiap untuk pulang ke rumah. Namun, beliau mendadak merasa kesakitan sebagaimana kondisi turunnya wahyu biasanya. Saat itulah Firman Allah surat ‘Abasa ayat 1 sampai 16 turun. Secara umum surat menjelaskan tentang kesetaraan manusia, baik itu orang kaya maupun miskin, baik penyandang disabilitas maupun tidak dan sebagainya. Perlu diketahui bahwa Abdullah bin Ummi Maktum merupakan seorang penyandang disabilitas dengan mengalami kebutaan di matanya. Tapi matanya yang buta tidak menghalanginya untuk menerima kebenaran yang disampaikan Rasulullah, namun beliau menghiraukannya karena terlalu fokus berunding kepada petinggi Quraisy pada saat itu.

Sejak kejadian itu Rasulullah SAW langsung ditegur lewat turunya surat Abasa. Tapi kalau sahabat tau Abdulillah bin Ummi Maktum meski buta tapi tidak mematahkan semangatnya untuk ke mesjid, hingga dikisahkan ketika Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk shalat berjamaah ketika mendengar seruan adzan disitu Abdulullah bin Ummi Maktum berkata, “Wahai Rasulullah saw, apakah saya juga diwajibkan kendati saya tidak bisa melihat?” tanya Ibnu Ummi Maktum. Rasul menjawab, “Apakah kamu mendengar seruan azan?” Ibnu Ummi Maktum menjawab, “Ya, saya mendengarnya.” Rasul pun memerintahkannya agar ia tetap pergi ke masjid meskipun sambil merangkak.” Maksud perintah nabi ini adalah ia harus ke masjid sekalipun dengan jalan perlahan.

Maka dengan penuh keimanan, setiap kali azan berkumandang dan waktu shalat tiba, Ibnu Ummi Maktum pun segera pergi ke masjid dan berjamaah dengan Rasulullah saw. Suatu ketika di waktu subuh, saat azan dikumandangkan, ia bergegas ke masjid. Di tengah perjalanan, kakinya tersandung batu hingga akhirnya mengeluarkan darah. Namun, tekadnya sudah bulat untuk tetap berjamaah ke masjid. Ini menggambarkan betapa kuatnya keimanan dan semangat beragamanya. Meski memiliki kekurangan matanya yang tidak bisa melihat bukan berarti tidak memiliki kelebihan, faktanya beliau memiliki kepekaan yang sangat tinggi sampai-sampai mengetahui pergeseran waktu adzan meski tidak melihat, makanya Nabi menugaskan beliau adzan tiap awal shubuh.

Dari kisah diatas kita jadi teringat sama salah satu ayat ini,

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan ia menyaksikannya. (Qaf [50] : 37)

Sama ayat ini juga,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al ‘Araf [7] : 179)

Abdullah bin Ummi Maktum itu buta secara fisik, tapi bukan berarti tidak bisa melihat. Karenanya banyak yang bisa melihat secara fisik tapi buta secara fungsi. Maksudnya apa? buta dari kebenaran dan peringatan Alquran. Berarti bukan ayat yang kurang, atau dalil Alquran yang tidak mempan, melainkan mata, telinga dan hati kita yang mati tidak berfungsi sebagaimana fungsinya.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: