Ada dua Nabi yang Allah swt sebutkan sebagai prototype syukur;
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا
Hai, keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh, sesungguhnya Nuh adalah hamba Allah yang banyak bersyukur.” (Al Isra’ [17] : 3)
شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
ia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukkan jalan yang lurus kepadanya. (An Nahl [16] : 121)
Pertama yang disebutkan adalah Nabi Nuh lalu yang kedua adalah Nabi Ibrahim. Kalau sahabat perhatikan Allah swt memuji kedua Nabi tersebut dengan Abdan Syakuran dan Syakiran. Lewat model kedu Nabi ini saja sudah cukup menjelaskan betapa sulitnya hamba yang bersyukur, tidak heran kan secara eksplisit Allah swt menjelaskan;
وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ
Sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang bersyukur. (Saba’ [34] : 13)
Yuk sahabat mari berdonasi melalui;
Rekening Donasi
BSI 880 999 8828
Kode Bank: 451
a.n PI Sedekahku Kemanusiaan
Konfirmasi & Informasi:
081 1221 6667
081 1221 6667
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman