Fakta berbicara bahwa ketika seekor domba memakan rerumputan disekitar rumah kita maka yang dimakan hanya rerumputan. Adapun pagar, makanan dirumah dll tidak ikut jadi makanan domba, barangkali domba lebih tahu bahwa itu bukan jenis dan tipe makanan yang harus dia makan. Tapi ketika manusia? Apa yang terjadi? Yang seharusnya mengambil yang haknya saja, tetapi notabene manusia memilih mengambil semuanya. Yang dimakan rerumputan, tetapi yang rusak pagarnya, yang hilang hartanya dan nyawa orang lain.
Seperti itulah perumpamaan orang serakah yang sudah menghilangkan hak orang lain, termasuk nyawanya. Pernahkah anda mendengar kasus maling? Ketika maling itu mencuri harta benda pemiliknya ternyata yang hilang bukan hartanya saja, tapi nyawa sang pemilik harta pun ikut hilang karena tidak ingin ada saksi atas kasus kriminalitasnya, selain itu dia mencoba hilangkan barang bukti agar jeratan hukumnya diringankan jaksa. Begitulah manusia saat serakah, maka hidupnya tidak akan penuh berkah.
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
Sungguh celaka para pengumpat dan pencela,
ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, (Al Humazah [104] : 1-2)
Maka hilangkan sifat serakah dalam diri kita, sebab harta tidak akan pernah bisa mengekalkan kehidupan kita di dunia, karena itu apa yang harus kita banggakan dengan harta yang dimiliki? Tidak ada sama sekali, maka jangan berbangga dengan serakah, tapi berbanggalah dengan sedekah.
Yuk sahabat mari berdonasi melalui;
Rekening Donasi
BSI 880 999 8828
Kode Bank: 451
a.n PI Sedekahku Kemanusiaan
Konfirmasi & Informasi:
081 1221 6667
081 1221 6667
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman