Perhatikan disini, ayat tentang kewajiban shaum diawali dengan nida’ atau panggilan dari Allah untuk hamba-hamba-Nya. Namun yang Dia panggil bukan An Nass tetapi Aamanuu. Yakni orang-orang yang beriman;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai, orang-orang beriman, diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa, (Al Baqarah [2] : 183)
Dalam tafsir Al Muyassar disebutkan bahwa panggilan tersebut diarahkan untuk orang yang membenarkan dan mempercayai Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat Allah swt. Selain itu dijelaskan juga oleh Syaikh Ash Shobuni bahwa panggilan tersebut bertujuan untuk merangsang kita agar menyalakan api keimanan dalam diri kita.
Artinya kewajiban shaum itu diberikan kepada mereka yang beriman dan menyalakan keimanan dengan mengamalkan syariat Allah swt. Oleh sebab itu tidak semua orang masuk pada panggilan/undangan Allah swt, karena yang dikhususkan disini adalah orang-orang yang beriman. Dari ayat ini pun kita belajar bahwa modal terpenting dalam shaum adalah memperbarui iman dan hati kita.
Yuk sahabat mari berdonasi melalui;
Rekening Donasi
BSI 880 999 8828
Kode Bank: 451
a.n PI Sedekahku Kemanusiaan
Konfirmasi & Informasi:
081 1221 6667
081 1221 6667
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman