Ketika Nabi Ibrahim menerima mimpi berupa perintah untuk menyembelih Ismail saat itu juga Nabi Ibrahim menyampaikan percis apa yang dimimpikannya. Setelah menerima penjelasan mimpi dari Nabi Ibrahim, Ismail berkata;
يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Isma‘il menjawab, “Ayahku! Lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu; insyaAllah aku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah.” (As Saffat [37] : 102)
Ada dua point penting yang disampaikan dalam ayat ini;
- Nabi Ismail mengetahui bahwa itu adalah perintah dari Allah swt
- Bersabar dalam perintah Allah swt.
Untuk menjelaskan point pertama kita berikan ilustrasi sederhana. Ada dua orang yang memiliki kerjaan yang sama, sama-sama kurir. Namun yang satu bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, tapi yang kedua untuk foya-foya. Pertanyaannya mana yang untung dan mana yang rugi? Jelas sekali yang rugi ialah yang hasilnya digunakan buat foya-foya.
Begitu juga ketika kita melaksanakan perintah Allah swt, sebab akan jadi ibadah disisi Allah swt jika meyakini secara hakiki bahwa menjalankan perintah ini karena diperintah bukan karena takut dimarahi istri. Perhatikan juga Ismail ketika merelakan dirinya disembelih karena mengimani bahwa perintah ini dari Allah bukan dari siapa-siapa, sehingga Ismail patuh bukan karena ayahnya, tapi karena perintah Allahnya. Inilah yang kita sebut sebagai kurban bukan korban.
Lalu yang kedua adalah bersabar. Ini lebih ke isyarat yang menyebabkan tumbuhnya rasa kesabaran adalah menjalankan ibadah karena Allah memerintah.
Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman