Search
Close this search box.

Berita​

Berjuang dengan Ikan Pindang

Ikan pindang adalah harapan. Begitu kiranya yang kini dirasakan oleh seorang bapak berusia 41 tahun bernama Pak Riki Risdianto. Beliau merupakan seorang pedagang asal Arjasari yang sudah berjualan ikan pindang kurang lebih selama 9 tahun lamanya. Teritung sejak 2016 hingga hari ini pak Riki Risdianto terus menghidupi keluarganya dengan ikan pindang buatanya. Beliau memiliki 4 orang anak yang harus dihidupi oleh beliau, sebab itu baginya ikan pindang adalah harapan, karena dari ikan pindang lah satu-satunya kebutuhan setiap harinya bisa terpenuhi.

Sehari-hari Pak Riki mulai membuat ikan pindang buatanya dari jam 3 pagi. Diawali membeli bahan-bahan di pasar Arjasari, sehingga pa Riki harus bangun lebih awal untuk berkutat dengan kondisi pasar. Sekalinya jualan dalam sehari bisa dari 10 kg sampai 1 kuintal. Namun seiring persaingan jualan semakin ketat sehingga berjualan tidak lagi semudah sebelumnya. Akibatnya pa Riki harus lebih esktra supaya bisa bersaing dengan rekan sesama pedagang ikan pindang. Tentu persaingan yang cukup ketat menambah tantangan tersendiri bagi Pak Riki untuk terus meracik dan melakukan hal-hal baru supaya mampu bersaing.

Persaingan yang ketat menjadi ujian tersendiri bagi Pak Riki, namun secara bersamaan ujian itu datang kembali saat beliau ditimpa musibah yang rumah panggung yang selama ini ditinggali bersama keluarganya roboh. Oleh sebab itu beliau harus lebih, lebih dan lebih ekstra lagi berdagang untuk modal renovasi rumahnya, bahkan kondisi tersebut memaksanya untuk meminjam dana ke bank. Semakin kesini usahanya menjadi stagnan dan mengalami ketidakstabilan, disebabkan bahan bakku dari supplier tidak terbeli lengkap.

Namun alhamdulillah seiring datang musibah, beliau memiliki anugerah anak pertamanya yang mendapatkan kesempatan beasiswa di setiap jenjang sekolahnya. Sehingga meringankan sebagian biaya hidup. Dan kini anaknya tengah aktif dan masih aktif hingga sekarang sebagai salah seorang jama’ah Majelis Percikan Iman Arjasari.

Kondisi yang dialami Pak Riki mencuri perhatian kami dan kami merasa terpanggil untuk mendukung perekonomian yang dialami oleh Pak Riki. Maka LAZ Sedekahku Percikan Iman hadir melalui pilar ekonomi untuk melukis peradaban melalui wajah senyuman dan kebahagiaan.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: