Mimpi yang diterima Nabi Ibrahim adalah perintah untuk menyembelih anak kesayangannya, Nabi Ismail. Tanpa tawar menawar Nabi Ibrahim segera menyampaikan mimpi ini kepada Nabi Ismail, hebatnya beliau menerima dan siap jika ini perintah Allah swt;
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Maka, ketika Isma‘il sudah berusia balig, Ibrahim berkata, “Hai, Anakku! Sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu!” Isma‘il menjawab, “Ayahku! Lakukan apa yang diperintahkan Allah kepadamu; insyaAllah aku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah.” (As Saffat [37] : 102)
Dua hikmah dari disyariatkan hadyu;
- Menampakan kesempurnaan taat kepada Allah swt sekalipun harus menyembelih anaknya.
- Mengamalkan rasa syukur kepada Allah atas dijadikannya nikmat untuk kita dengan menyembelih dan memberikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Hal ini menunjukan rasa syukur yang sangat besar.
Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman