Search
Close this search box.

Inspirasi

Apakah Kita Sedang Mimpi?

Coba tebak deh, apa yang paling nikmat ketika sahabat sedang tidur? Yap jawabanya adalah mimpi, makanya mimpi kadang disebut bunga tidur. Karena mimpi menawarkan hal-hal diluar imajinasi kita yang semakin membuat tidur kita nyenyak. Jadi sadar atau tidak sebenarnya tidur kita jadi nikmat dan nyenyak karena terlelap dan dilelapkan oleh mimpi. Ya gak sih? Tapi ingat, ketika kita bangun apa yang dimimpikan meski seolah nyata banget, faktanya tidak senyata ketika mimpi, buktinya kalau sahabat mimpi jadi orang terkaya sedunia, saat bangun hidup sahabat nganggur-nganggur aja. Jadi mimpi selama tidur akan cepat lupa dan hilang, lalu fakta keindahan mimpi menjadi orang terkaya adalah sesaat dan itu tidak benar-benar nyata. Bener kan? Coba deh kita lihat Alquran,

لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ

Sungguh, kamu dahulu lalai tentang peristiwa ini. Maka, Kami singkapkan tutup matamu sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. (Qaf [5] : 22)

Ketika sahabat bangun dari tidur yang pulas pasti akan merasakan seolah-olah mimpi itu hanyalah khayalan yang lewat. Lalu disaat itu juga sahabat merasakan sedang berada di dunia yang nyata dan mimpi hanya bualan palsu semata. Nah bukankah hidup ini seperti itu? Mungkin hari ini kita selalu menanggap akhirat itu cuman mimpi, khayalan doang. Yang benar-benar nyata adalah dunia yang sedang kita jalani. Ya kan? “Gak kok aku percaya akhirat itu ada” Iya sahabat memang yakin akhirat itu ada, tapi kenapa masih lalai juga? Kalau begitu berarti sedang menanggap akhirat itu tidak ada dan hanya mimpi. Kalau meyakini dengan benar tanpa lalai bahwa akhirat itu ada pasti akan sangat hati-hati dalam beramal. Artinya kita cenderung selalu terbalik, dunia adalah nyata dan akhirat adalah mimpi.

Coba perhatikan Alquran, “Maka, Kami singkapkan tutup matamu sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam” Maksud pada hari ini adalah hari pembalasan, berarti yang benar-benar nyata bukan dunia, tapi akhirat dan hari pembalasan. Makanya Allah menyifati dunia sebatas permainan yang selalu melalaikan bak mimpi yang selalu meninabobokan. Jadi semua kekayaan, jabatan sampai kekuasaan bukan benar-benar utuh punya kita, itu hanya barang mimpi yang khayalan aja. Jangan anggap dunia yang sedang kita huni ini adalah benar-benar nyata, tidak sama sekali. Sebab yang benar-benar nyata hanyalah akhirat semata. Tidak heran kan kata Allah pada suatu hari akan disingkapkan mata kita dengan penglihatan yang sangat jelas.

أَسۡمِعۡ بِهِمۡ وَأَبۡصِرۡ يَوۡمَ يَأۡتُونَنَا لَٰكِنِ ٱلظَّٰلِمُونَ ٱلۡيَوۡمَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ 

“Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.” (Maryam [19] :38)

Namun karena kita terlalu lalai dan terlelap dalam mimpi, akhirnya ada peringatan apapun diabaikan. Seperti sahabat jika terlalu cinta kepada dunia hingga melalikan kewajiban lainnya, suka menumpuk-numpuk harta tapi lupa infaq dan zakat, sibuk di pekerjaan sampe lupa sholat dst. Akibatnya peringatan apapun sulit diterima sehingga keberadaan akhirat diabaikan begitu saja, padahal itu begitu nyata. Akan benar-benar sadar akhirat nyata ketika dibangunkan dari mimpi, disitu baru sadar dunia ternyata mimpi dan akhirat adalah nyata.

وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ لَهُمۡ قُلُوبٞ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡيُنٞ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانٞ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ  

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al A’raf [7] : 179)

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: