Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Ali Imran [3] : 92)
Dalam surat diatas Allah menyebutkan kebaikan dengan kalimat Al birru artinya adalah kebaikan yang sangat luas seperti seluas daratan. Artinya kita tidak akan mendapatkan kebaikan seperti seluas daratan kalau belum menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Mengapa? Karena amat sangat sulit untuk menginfakkan apa yang kita cintai dan miliki, bukan sulit memiliki, tapi sulit melepaskan. Kesulitan yang kita miliki adalah ketika melepaskannya. Bener kan?
Salah satu penyebabnya adalah anggapan buruk ketika melepaskan dan anggapan baik ketika memiliki. Soalnya kita selalu menganggap apapun yang kita dapatkan lalu miliki itu adalah kebaikan dan sebaliknya berarti keburukan. Bukankah seperti itu? Jika selalu seperti itu, memang Fir’aun kurang kaya gimana? ujung-ujungnya ditenggelamkan juga kan? Lalu bagaimana dengan Qarun? Sampai populer dengan istilah harta karun, artinya nama Qarun selalu dikaitkan dengan unsur harta? Ujungnya sama-sama tenggelamkan kan sama Allah?
Apakah sampai sini mau bilang bahwa yang dimiliki akan selalu baik? Jawabannya tergantung diri kita.
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
BSI 880 999 8817
Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman