Imam Ibn Qayyim Al Jauziyyah dalam bukunya berjudul Jawabul Kaa’fi liman Sa’ala ‘An Dawa’ Asy Syafi’ menyebutkan bahwa berharap itu ada syaratnya, apa aja syaratnya? Yang pasti berharap itu tidak semudah membalikan tangan untuk diwujudkan, karena kalau harapan tidak diikuti oleh syarat yang disebutkan Ibn Qayyim namanya angan-angan, khayalan, atau harapan yang mustahil terwujud (Tamanny). Lalu apa aja sih syaratnya? Nah syaratnya itu adalah;

Pertama, Mencintai sesuatu yang diharapkan
Lah kok syarat awal mewujudkan harapan adalah mencintai harapan itu sendiri. Nah jawabanya sahabat bisa serapi kalimat ini, “Cinta dan benci adalah penggerak amal, pendorong untuk menentukan sikap dan perbuatan yang akan kita lakukan. Dengan cinta dan suka, manusia bergerak berusaha agar yang dicintainya itu dapat dimiliki atau dirasakan. Dan dengan benci manusia berusaha agar terhindar dari segala sesuatu yang tidak disukainya. Tanpa cinta dan benci, manusia akan kesepian, kehilangan kesibukan, dan akan merasa wujudnya di dunia ini tidak ada artinya.” Nah ini jawabanya mengapa kita harus mencintai dahulu apa yang diharapkan itu. Karena cinta akan menggerakan sahabat pada apa yang menjadi harapan sahabat.

Kedua, Takut dan khawatir tidak mendapatkan yang diharapkan
Disatu sisi kita harus cinta agar semangat dan kuat untuk mendapatkan apa yang diinginkan atau diharapkan, tapi mengapa yah Ibn Qayyim Al Jauziyyah mensyaratkan takut dan khawatir tidak mendapatkan apa yang diharapkan? Jawabanya justru ketakutan dan kekhawatiran itu akan mengendalikan perasaan dan menentukan langkah strategi kedepan, hah maksudnya gimana yah? Jadi gini sahabat, kalau sahabat gak punya rasa khawatir akibatnya bakal ceroboh, ceroboh dalam bertindak karena tidak memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Makanya ketakutan itu mesti ada bukan untuk menakut-nakuti diri, melainkan untuk mewujudkan strategi agar apa yang ditakuti tidak akan pernah terjadi. Selain itu rasa takut juga dapat jadi obat dari kekecewaan.

Ketiga, Harus megusahakan dengan segala daya
Syarat ketiga adalah mengusahakanya dengan segala daya. Berarti harapan hanya akan jadi angan-angan jika kerjaanya diam saja. “Aku pengen kerja” tapi kerjaannya nonton drakor, gak ada persiapan buat melamar. “Aku pengen jadi penghafal Alquran” Tujuannya baik, tapi apa artinya tujuan jika tidak dilakukan dan hanya sebatas angan-angan. Nah makanya kenapa harapan warus diwujudkan dengan tindakan yang benar. Kenapa kita harus benar-benar usaha? Sebab masa lalu bukan milik kita, adapun masa depan itu milik Tuhan, dan kita adalah untuk ku sekarang.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman