Dalam sebuah Hadist Riwayat Muslim: Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Alloh dari empat perkara :
1. Hati yang Tidak Khusyuk
Hati yang tidak khusyuk bukan hanya dalam shalat, tetapi juga di luar shalat. Khusyuk adalah hadirnya hati dan terjalinnya hubungan antara hamba dengan Alloh.
Allah berfirman:
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ
yaitu orang yang khusyuk dalam salatnya, (Al Mu’minun : 2)
2. Ilmu yang Tidak Bermanfaat
Yaitu ilmu yang tidak melahirkan amal, tidak menambah ketakwaan, dan tidak mendekatkan diri kepada Allah.
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Demikian pula di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak. Di antara mereka ada yang bermacam-macam warna dan jenisnya. Di antara hamba-hamba Allah, hanya para ulama745 yang takut kepada Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Fatir : 28)
Ilmu sejati adalah ilmu yang melahirkan rasa takut kepada Allah.
Ilmu tanpa amal diibaratkan pohon tanpa buah, jadi ilmunya tidak memberi manfaat.
3. Hawa Nafsu yang Tidak Pernah Puas
Imam Al-Ghazali menjelaskan tiga tingkatan hawa nafsu:
Nafs Ammarah
Nafsu yang selalu mendorong kepada keburukan.
Nafs Lawwamah
Nafsu yang mencela diri, menyesal setelah berbuat dosa.
Nafs Muthmainnah
Nafsu yang tenang, tunduk kepada Allah, ridha dan diridhai.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai, jiwa yang tenang! (Al Fajr : 27)
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. (Al Fajr : 28)
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Masuklah ke golongan hamba-hamba-Ku, (Al Fajr : 29)
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ
masuklah ke surga-Ku. (Al Fajr : 30)
4. Doa yang Tidak Didengar
Posisikan diri kita sebagai Ibad bukan Abid agar doa kita dikabul oleh Allah. Allah Maha dekat dan maha mendengar doa hamba-Nya,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku.Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (Al Baqarah : 186)