Search
Close this search box.

Inspirasi

Berlindunglah Dari Fitnah Ini

Ada salah satu doa Rasulullah SAW yang disampaikan oleh Aisyah di riwayat Imam Bukhari, doanya seperti ini,

عَائِشَةَ رضي الله عنها : أَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ: (اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، ‌وَمِنْ ‌شَرِّ ‌فِتْنَةِ ‌الْغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, kesalahan dan terlilit utang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan dan aku berlindung kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran serta aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran-kotoran sebagaimana Engkau menyucikan baju yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.” (HR Bukhari)

ِ

Dari doa diatas ada yang menarik, yaitu ketika Rasulullah SAW memohon agar berlindung dari fitnahnya kekayaan. Ini berbeda yah dengan kita yang sering meminta kaya raya, tapi Rasulullah SAW meminta agar berlindung dair fitnah kaya, apa yah maksudnya?

Salah seorang ulama menjelaskan,

Disini Rasulullah SAW ingin menjelaskan tentang fitnah kaya dengan menyebutkan keburukannya, artinya keburukan harta atau kekayaan itu jauh lebih banyak ketimbang keburukan yang lain, atau boleh jadi lebih berat keburukannya bagi pemiliknya, nah disini Rasulullah ingin kita tidak tertipu dan lalai dari bahayannya kekayaan. Atau disini Rasulullah SAW ingin menjelaskan bentuknya yang buruk yang berbeda dengan kemiskinan, karena yang terakhir boleh jadi lebih bagus ketimbang kaya.

Ternyata Rasulullah bukan meminta agar kita miskin, tidak juga meminta kita kaya, melainkan ingin kita lebih berhati-hati dalam menyikapi kekayaan yang kita miliki agar manfaat untuk kita. Suatu saat yang kaya bisa lebih buruk dari yang miskin, karena si miskin jauh lebih banyak infaq dan sedekahnya ketika si kaya. Dari sini jelas kan, bahwa kemuliaan seseorang diukur dari sejauh mana ia bisa memanfaatkan apa yang dimiliki, entah si kaya atau si miskin.

Maka yuk kita lebih bijak menyikapi harta dengan infaq dan sedekah di Sedekahku Percikan Iman,

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: