Search
Close this search box.

Inspirasi

Bersahaja Tidak Membuat Hina

Bersahaja itu artinya tidak berlebih-lebihan dan hidup dengan seadanya tanpa menuntut yang tidak ada atau kecewa dan benci dengan yang ada. Begitulah kondisi yang dialami Uwais Al Qarni, siapa dia? Pengen tahu kisahnya? Yuk simak pembahasannya.


إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ

Sesungguhnya sebaik-baiknya tabi’in adalah seorang lelaki yang bernama Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan pernah berpenyakit putih di kulitnya. Mintalah kepadanya untuk beristighfar bagi kalian (Shahih Muslim bab min fadla`il Uwais al-Qarani no. 6655).

Menurut Imam an-Nawawi, pernyataan Nabi saw ini tidak berarti ditentang oleh Imam Ahmad ibn Hanbal yang menyatakan: “Tabi’in terbaik adalah Sa’id ibn al-Musayyab.” Maksud Imam Ahmad adalah terbaik dalam hal keilmuannya. Sementara menurut Nabi saw terbaik dalam kesederhanannya (Syarah an-Nawawi Shahih Muslim).

Saking bersahaja dan sederhana beliau di puji langsung oleh Rasulullah saw, nah mungkin sampai sini sahabat akan penasaran kan sesederhana apa Uwais ini? Namun keistimewaannya tidak sampai sana, beliau pun selalu di tanyakan oleh Khalifah Umar sampai orang-orang terheran-heran mengapa beliau begitu istimewa?


عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ قَالَ كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ  إِذَا أَتَى عَلَيْهِ أَمْدَادُ أَهْلِ الْيَمَنِ سَأَلَهُمْ أَفِيكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ حَتَّى أَتَى عَلَى أُوَيْسٍ فَقَالَ أَنْتَ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ نَعَمْ . قَالَ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَانَ بِكَ بَرَصٌ فَبَرَأْتَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ لَكَ وَالِدَةٌ قَالَ نَعَمْ. قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ. فَاسْتَغْفِرْ لِى. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ الْكُوفَةَ. قَالَ أَلاَ أَكْتُبُ لَكَ إِلَى عَامِلِهَا قَالَ أَكُونُ فِى غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَىَّ.

Dari Usair bin Jabir, ia berkata: ‘Umar ibn al-Khaththab apabila datang kepada beliau rombongan relawan dari Yaman, ia selalu bertanya kepada mereka: “Apakah ada Uwais ibn ‘Amir bersama kalian?” Hingga suatu hari bertemu dengan Uwais: “Apakah anda Uwais ibn ‘Amir?” Uwais menjawab: “Ya.” ‘Umar bertanya lagi: “Anda dari Murad kemudian pindah ke Qaran?” Uwais menjawab: “Ya.” ‘Umar bertanya lagi: “Anda pernah berpenyakit lepra lalu sembuh dan menyisakan sebesar uang dirham?” Uwais menjawab: “Ya.” ‘Umar bertanya lagi: “Ibu anda masih hidup?” Uwais menjawab: “Ya.” ‘Umar berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Uwais ibn ‘Amir akan datang kepadamu bersama relawan Yaman, berasal dari Murad kemudian dari Qaran. Ia pernah terserang penyakit kusta lalu sembuh kecuali tinggal sebesar uang dirham. Ibunya masih hidup dan ia selalu berbakti kepadanya. Kalau ia bersumpah atas nama Allah maka akan dikabulkan sumpahnya itu, maka jika kamu dapat memohon agar dia beristighfar untuk kalian, lakukanlah.” Maka mohonkanlah ampunan untukku. Lalu Uwais pun beristighfar untuk ‘Umar. ‘Umar bertanya: “Anda akan pergi ke mana?” Uwais menjawab: “Kufah.” ‘Umar bertanya: “Maukah aku perlu buatkan surat khusus kepada pejabat Kufah?” Uwais menjawab: “Saya bersama rakyat biasa lebih saya sukai.”

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
 BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
 081 1221 6667
 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: