Pernahkah anda gelisah, siapa yang dalam hidupnya belum pernah gelisah? Jadi anda semua pernah gelisah, kalau begitu maaf hanya orang gila yang tidak pernah gelisah, yang gila mah enggak bawa dompet jalan aja santai ya belum jelas, makan di mana, jalan santai, jadi katanya ciri bahwa kejiwaan kita normal ada kegelisahan ciri bahwa jiwa kita ini memang masih bagus ada kegelisahan. Jadi kegeliasahan bukan dihilangkan tapi justru bagaimana kita menghadapinya.
Kegelisahan muncul karena harapan dan realita tidak sama, ketika harapan dan realita itu tidak tidak sama. Gelisah itu suatu yang natural alamiah dan itu bagian dari ciri psikis kita memang benar. Jadi itu sesuatu yang tidak boleh kita buang kegelisahan itu karena kegelisahan itu kalau manage dengan bagus itu akan jadi energi. Ingat tidak anda dulu kita gelisah takut tidak lulus, maka jadi energi untuk belajar lebih giat supaya ketakutannya tidak terjadi dikemudian hari. Jadi kegelisahan ketika di manage maka akan jadi energi.

Jadi kegelisahan merupakan energi kalau kita olah dengan bagus, dan kegelisahan juga akan jadi boomerang dan racun bagi kita ketika kegelisahan tidak di manage dengan baik dalam diri kita. Maka bagaimana cara kita menangani kegelisahan? Nah inilah sahabat yang harus dijadikan fokus utama, bukan dihilangkan, melainkan dikendalikan. Karena seperti rasa cemas, takut, atau bahkan keluh kesah sudah jadi bagian naluriah dalam diri manusia, sebagaimana yang Allah firmankan,
إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا
Sesungguhnya, manusia diciptakan dengan sifat suka mengeluh. (Al Ma’arij [70] : 19)
Oleh sebab itu tanda kewarasan seseorang ditandai dengan adanya rasa gelisah, artinya sebaliknya, jika hidup tidak ada gelisah maka makhluk apa sebenarnya? Artinya kita mesti bersyukur dianugerahi rasa gelisah oleh Allah. Sebab dengan gelisah kita bisa merasakan nikmatnya ketenangan sekaligus mengajarkan kita tentang arti perjuangan menghadapi ragam kecemasan dan ketakutan. Sekali lagi yang harus kita lakukan adalah mengelolah gelisah agar tidak bikin susah.

Pertama, Husnudzon kepada Allah
نَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah [2] : 155)
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya, kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali). (Al Baqarah [2] : 156)
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
Mereka itulah orang yang akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Baqrah [2] : 157)

Allah akan menguji kita dengan penderitaan dengan kekurangan harta dengan dikecewakan orang dan berilah kabar gembira orang yang mengatakan innalillahi wa inna berarti husnud Ah ini sakit dari Allah kesembuhan dari Allah ya ya engak sakit dari Allah kesembuhan dari Allah saya juga nanti balik kepada Allah saya terima semuanya Nah kalau kita sudah begitu di ayat 157-nya, “Mereka itulah orang yang akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
kita akan mendapatkan rahmat dan ampunan kapan kita akan mendapatkan rahmat ampunan ketika kita husnuzan sama Allah kita menyerahkan Semua ujian bahwa itu adalah dari Allah dari kuasa Allah dan saya sabar menerima itu.
Kedua, Husnudzon kepada diri sendiri
Artinya ktia melihat diri kita secara positif. Dari husnudzon kepada diri akan menumbuhkan percaya pada diri sendiri atau self confidance. Yakini dalam diri kita yang telah dianugerahi beragam bakat dan potensi yang belum tentu orang miliki dan anda sendiripun tidak menyangka.
Ketiga, menerima takdir yang Allah berikan
Manusia itu tercipta dengan takdirnya. Anda tidak diciptakan berbeda dengan takdirnya yang tidak bisa tolak dan rubah. Seperti anda dilahirkan dengan orang tua seperti itu. Maka itu artinya adalah takdir. Jadi terima saja takdir yang kita terima dari Allah.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman