Search
Close this search box.

Inspirasi

Buat Apa Kita Sedekah?

Mungkin pertanyaan ini pernah terlintas di benak pikiran sahabat kan? Gini aja sederhana banget. Apa gunanya jadi pintar? Tidak ada. Apa gunanya jadi kaya? Juga tidak ada. Sebab kepintaran tak bisa menunda kematian, dan kekayaan tak bisa membeli satu detik tambahan dalam hidup. Kita bisa menghafal ratusan kitab, tapi kalau hati kita masih dipenuhi kesombongan, maka ilmu itu tak lebih dari beban. Kita bisa memiliki rumah megah dan rekening melimpah, tapi kalau hidup kita hanya berisi kecemasan dan ketakutan kehilangan, maka semua itu hanyalah penjara yang kita bangun sendiri. Banyak orang terlihat mulia di mata manusia, tapi hina di hadapan Tuhan. Banyak yang disebut cerdas, tapi tidak pernah benar-benar mengerti untuk apa dia hidup.

Apa gunanya kaya kalau gak ada ketenangan, yang ada hanya kecemasan bagaimana harta kita tetap aman? Buat apa semua itu, kalau tidak bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Jadinya yang ada hanya sia-sia. Berarti dalam hidup sangat tidak cukup kalau mengandalkan uang apalagi jabatan dan kekayaan. Meski yang kaya dan berjabat punya kuasa, tapi lama-lama hidupnya akan sia-sia juga. Kenapa? Karena mereka telah kehilangan makna inti dari sebuah kehidupan.

Kalau jabatan yang kita raih dengan perjuangan tidak bisa mendekatkan kita kepada Allah lantas untuk apa? Seperti itu juga kekayaan yang kita miliki, buat apa kalau sebatas ditumbun, mengurang dan bertambah saja tidak yang ada hanya jadi hama. Disinilah sangat terasa kasih sayang Allah untuk kita. Yaitu memberikan perintah sedekah agar harta lebih berkah. Jika hidup terus-terusan mengandalkan kekayaan maka nanti, ketika kematian datang, kita akan menyesal. Kita akan melihat betapa sia-sianya ilmu yang hanya membuat kita sombong. Betapa bodohnya kita mengira harta bisa melindungi kita dari kehilangan. Betapa malangnya kita yang menghabiskan hidup untuk sesuatu yang tak bisa menyelamatkan kita di akhirat.

Semuanya akan ditinggalkan. Semua yang kita banggakan akan terkubur bersama jasad kita. Rumah yang kita cicil mati-matian, jabatan yang kita perjuangkan, pujian yang kita banggakan semuanya lenyap. Yang tersisa hanyalah amal yang pernah kita lakukan dengan ikhlas. Dan saat itu, kita akan menangis. Kita akan memohon satu kesempatan untuk kembali. Tapi sudah terlambat. Sudah selesai.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: