Emang ada gitu sedekah yang susah? Hm kayanya ada deh, ada buat mereka yang gak mau sedekah. Kalau sudah gak mau sedekah ya ujungnya selalu ada alasan buat tidak sedekah. Entah itu buat keperluan, buat kebutuhan atau buat keinginan, alasan lain, “ah bisa nanti juga kalo sekedar sedekah mah”. Nah makannya bukan sekedar cara, tapi yang terpenting adalah kemauan. Jika sudah ada kemauan, pasti segalanya akan terlihat mudah. Coba kalau anda pengen sedekah, apapun rintangannya dan bagaimanapun kondisinya pasti akan sedekah, bukan tidak ada uang, tapi karena mau sehingga ada saja cara untuk disedekahkan.

Tapi ada gak sih cara jitu lain biar kita mudah banget buat sedekah. Kita kasih tahu kali ini yah, sebentar lagi kok, sabar yah. Kuncinya ada dihadits ini,
أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ
“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Cara pertama, kalo udah punya uang jangan banyak perhitungan, dikit-dikit hitung, apalagi kalo diminta pasti perhitungan banget. Nah kalau sudah gini maka akan susah buat sedekah. Disimpan terus, mengurang tidak, apalagi menambah. Padahal kalau uang ingin nambah harus ada yang dikurangin. Nah itu rumusnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Katakan, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.” Allah akan mengganti apa pun yang kamu infakkan. Allahlah Pemberi Rezeki yang terbaik. (Saba’ [34] : 39)

Selanjutnya, kenali dan pahami dulu kebutuhan dan prioritas masing-masing. Coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini sebagai pemantik:
- Apa saja yang menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier?
- Apa yang menjadi kebutuhan mendesak dan penting?
- Apakah semua kebutuhan sudah terakomodasi dari pemasukan reguler?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا ࣖ
Hendaklah orang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya dan orang yang terbatas rezekinya memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan. (At Talaq [65] : 7)
Terakhir, belajar untuk cukup. Mengumpulkan uang lebih mudah ketimbang mempertahankannya. Karena secara psikologis, saat kita punya uang, kita cenderung punya keinginan untuk menghasilkan lebih banyak.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman