Search
Close this search box.

Inspirasi

Ciri Mendapatkan Kebaikan

Hakikat fitrah dalam diri manusia selalu menginginkan kebaikan dan membenci keburukan, kemanapun dan dimanapun pasti manusia selalu mengharapkan dan menginginkan kebaikan. Jangan jauh-jauh seperti sahabat yang mengharapkan kebaikan dari suami, dari anak, dari orang tua. Atau bahkan mereka yang berharap kebaikan dari sahabat. Nah maksudnya pasti selalu mengharapkan kebaikan dari manapun atau dari siapapun. Lalu manusiapun sebaliknya selalu membenci kejahatan dan keburukan. Mengapa seperti itu? Karena Allah SWT telah menyimpan alarm dalam diri kita untuk mendeteksi mana yang namanya kebaikan dan mana yang namanya keburukan, alarm itu namanya hati, perhatikan hadits ini,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Hati inilah yang akan memberikan alarm penolakan apabila yang kita lakukan berupa keburukan, dan alarm ini juga yang akan memberikan sinyal penerimaan jika yang kita lakukan adalah kebaikan. Bentuk sinyal dari alarm atau hati itu ada dua yang disebutkan oleh Nabi,

Dan dari Abu Tsa’labah al-Khusyani, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullâh! Jelaskan apa saja yang halal dan haram bagiku.” Beliau bersabda, “Kebajikan ialah apa saja yang apa saja yang menjadikan jiwa tenang dan hati menjadi tenteram. Dan dosa ialah apa saja yang menjadikan jiwa tidak tenang dan hati tidak tenteram kendati para pemberi fatwa berfatwa kepadamu.” (HR Ahmad)

Tuh sahabat jadi berdasarkan hadits ini sinyal kebaikan atau keburukan itu akan muncul dari apa yang kita rasakan, apakah hati kita jauh lebih tenang ketika melakukan sesuatu atau malah jadi ragu? Itulah yang akan menentukan baik dan buruknya amalan kita. Kalau sahabat ternyata penuh keraguan bahkan hingga ketakutan maka itu sinyal keburukan dari hati nurani, jika sebaliknya berarti sinyal kebaikan. Nah inilah sahabat ciri kebaikan dan keburukan. Lalu apa ciri-ciri orang yang mendapatkan kebaikan? Lagi-lagi Rasulullah menerangkan,

Rasulullah SAW bersabda;

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفَقِّهْه في الدينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia faham dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah sahabat mengapa kata Rasulullah ciri orang yang mendapatkan kebaikan adalah paham terhadap agama? Karena agama itu cocok dengan hati nurani sehingga mendatangkan kedamaian dan ketenangan, maka dengan sendirinya amalan hidup kita akan seirama dengan agama yang kita pahami dan cocok dengan hati nurani. Sebab nanti Allah akan memberikan taufik kepada kita untuk mengamalkan agama-Nya. Berarti jika hari-harinya dihabiskan dengan keburukan atau bahkan selalu mendapatkan keburukan, artinya dijauhkan dari kebaikan dan tidak mendapatkan kebaikan, coba kita intropeksi setiap harinya.

Berbahagialah orang yang selalu dalam majelis ilmu, setiap jamnya dihabiskan dengan dzikir dan amalan yang bermanfaat lainnya. Sebab itu semua merupakan tanda dan ciri kebaikan yang Allah berikan kepadanya. Ini sesuai dengan yang Allah firmankan,

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجٗا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ  

“Barangsiapa yang Allah kehendaki petunjuk, maka Allah akan lapangan dadanya untuk (memeluk) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang menaiki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al An’am [6] : 125)

Menurut Ibn Katsir,

أي: ييسره له وينشطه ويسهله لذلك، فهذه علامة على الخير

“Yaitu Allah akan mempermudah, menjadi semangat dan meringankannya, maka ini merupakan ciri kebaikan.” (Tafsir Ibn Katsir)

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: