Search
Close this search box.

Inspirasi

Cuman dapat hikmahnya aja

“Kerja bertahun-tahun gak dapet banyak uang, malah dapet hikmahnya doang” begitu cuitan yang lewat di laman media tiktok. Ada juga yang berkata, “Capek-capek buka hati gataunya cuman dapet hikmahnya doang.” Kalu kita perhatikan satu sisi kaya ada benarnya, tapi disisi lain ada salahnya juga. Coba deh sahabat perhatikan kalimatnya. “Kerja bertahun-tahun…” Kalimat ini mengesankan ekspresi kekesalahan, kewalahan, kebingungan bahkan rasa pasrah. Lalu ekspresi ini semakin dikuatkan sama kalimat selanjutnya, “gak dapet banyak uang”. Kalau dalam bahasa sunda, “cape gawe teu kapake” atau cape-cape cari kerja namun gak ada hasilnya. Seolah-olah seperti itu.

Sahabat seiman, kalimat ekspresi diatas merupakan gambaran dari kekecewaan. Begitulah realita kehidupan yang kerap dibenturkan dengan fakta yang tidak kita inginkan. Namun harus dicatat bahwa kekecewaan itu datang disebabkan ekspektasi kita yang berlebihan terhadap kehidupan. Karena kerja carinya ingin dapat uang banyak, namun fakta berbicara sebaliknya, maka yang terjadi adalah kekecewaan dan kekesalan. Berarti yang harus dirubah ialah cara kita berpikir dan mengendalikan ekspektasi atau bahkan tujaun itu sendiri. Ada lagi salah seorang selebgram yang bilang, “Capek-capek buka hati gataunya cuman dapet hikmahnya doang.”

Nah perhatikan disini bahwa kalimat ekspresi kekecewaan disandingkan dengan hikmah. Memang tidak ada salahnya jika kita mendapat hikmah dari setiap kisah. Yang salah itu ketika hikmah dianggap sesuatu yang tidak ada nilainya. Apalagi seperti kalimat diatas seakan-akan uang jauh lebih berharga ketimbang hikmah atau ibrah dari setiap kisah yang dilewati. Padahal sahabat, justru seharusnya kita berterima kasih kepada orang, siapapun atau apapun itu yang telah membuat kita sakit hati atau yang semacamnya. Justru karena mereka kita bisa belajar banyak hal dan menemukan arti makna tertentu yang berharga bagi kita. Bahkan sahabat orang yang beriman itu selalu diuji, artinya hidupnya tidak akan luput dari ujian dan musibah, tapi hebatnya mereka selalu berbahagia ketika ditempa ujian yang sangat hebat tanpa mengeluh apalagi menggerutu, “yahh cuman dapet hikmahnya doang” justru hikmah itulah yang seharusnya membuat kita jauh lebih bahagia, bukan malah menggerutu seperti itu,

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ 155 ‌ٱلَّذِينَ ‌إِذَآ ‌أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ 

Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya, kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali). (Al Baqarah [2] : 155-156)

Perhatikan diakhir ayat 155, disana Allah menyebutkan, “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar” berarti bagi orang yang menghadapi rentetan musibah akan dianggap sebagai berita gembira. Mengapa? Karena mereka telah mendapatkan hikmahnya, jadi tidak ada istilah mendapatkan hikmah ditengah-tengah orang yang pasrah atau berkeluh kesah, justru sebaliknya.

Kata Syaikh As Sa’di yang dimaksud kabarkanlah berita gembira ini kepada orang-orang bersabar, “Yaitu kabarkanlah kepada mereka bahwa merka akan mendapat pahala tanpa batas.”

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar [39] : 10)

Rasulullah pernah menasehati kita

“Semua orang mukmin itu mengagumkan, semuanya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun kecuali orang mukmin, bila diberi kesenangan maka akan bersyukur, jika diberi musibah, maka akan bersabar, dan sabar itu lebih baik baginya.”

Maka sahabat jangan menomerduakan hikmah, sebab hikmah adalah sesuatu yang sangat berharga dan utama dalam kehidupan kita. Sebab jika hidup tanpa hikmah maka kehidupan ini akan dijalani dengan rasa yang sangat hambar berjalan tanpa makna.


يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Allah memberikan hikmah kepada yang dikehendaki-Nya. Siapa pun yang diberi hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal sehat. (Al Baqarah [2] : 269)

Menurut Wahbah Az Zuhaili yang dimaksud dengan hikmah dalam ayat diatas adalah pemahaman yang benar dan ilmu yang bermanfaat sekaligus mengikuti yang dipahami itu yang menyebabkan datangnya kebahagiaan dunia dan akhirat.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: