Search
Close this search box.

Inspirasi

Doa yang Tidak Dikabulkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan doamu. Sesungguhnya, orang-orang sombong yang tidak mau menyembah-Ku akan masuk Jahanam dalam keadaan terhina.” (Ghafir [40] : 60)

Salah satu bentuk ketidakberdayaan dan kelemahan kita adalah tidak bisa hidup tanpa berdampingan dengan yang lain. Bahkan lebih dari itu bahwa kita selalu mencari yang lebih hebat dari diri kita disebabkan kesadaran kelemahan yang ada dalam diri. Ini sebagaimana yang Allah firmankan bahwa kita diciptakan dalam keadaan lemah. Kalau begitu artinya kita membutuhkan kekuatan yang lebih hebat dari diri kita disebabkan ada banyak hal yang tidak bisa dijangkau oleh diri sendiri dan hanya bisa dijangkau apabila memohon bantuan kepada kekuatan yang ada diluar diri kita. Nah disinilah kita membutuhkan Allah lewat berdoa memanjatkan harapan kita kepada-Nya.

Makanya orang yang tidak memohon memanjatkan harapan kepada Allah di cap sebagai orang yang sombong, sebab dia merasa mampu tanpa perlu bantuan diluar dirinya, yaitu Allah. Oleh sebab itu mengapa di ayat selanjutnya Allah menyebut orang-orang sombong yang tidak meminta doa sama sekali kepada Allah. Disini kita merasakan kasih sayang-Nya yang begitu hebat memberikan kepada kita sarana akses untuk meminta bantuan-Nya, yaitu lewat doa. Dan lebih hebatnya lagi Allah pasti akan mengabulkan doa setiap hamba-hamba-Nya. Lihat ayat diatas, “Berdoalah kepadaku, niscaya akan Aku perkenankan doamu.” di surat Albaqarah Allah berfirman lagiو

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ 

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka menaati perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al Baqarah [2] : 186)

Artinya tidak ada satupun doa yang tidak dikabulkan oleh Allah, apapun doanya pasti Allah akan mengkabulkan permintaan kita. Namun bukan berarti seenaknya saja, tapi ada aturan yang harus kita jaga, yaitu;

  • Jaga perut kita dari barang yang haram
  • Jauhi kemaksiatan
  • Jangan tergesa-gesa

Meskipun tidak ada satupun doa yang tidak dikabulkan namun harus melihat dan memperhatikan setiap apa yang kita lakukan, jangan asal-asalan dalam berdoa dengan tidak memperhatikan kode etik yang berlaku saat berdoa kepada Allah. Kata Nabi kode etik yang pertama dalam berdoa adalah menjaga perut kita atau diri kita dari makanan haram,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim)

Makanya Sa’ad bin Abi Waqash pernah ditanya, “Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya  tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,”

Kode etik yang kedua adalah jauhi kemaksiatan, sebab kemaksiatan dapat menghalangi terjibahnya doa-doa yang kita panjatkan. Maka dari itu ketika berdoa maka iringi dengan keasadaran untuk terus bertaubat kepada Allah. Dan kode etik yang ketiga adalah jangan tergesa-gesa, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari,


يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لم يَعْجَلْ، يقول: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Akan dikabulkan doa kalian selama tidak tergesa-gesa, yaitu ia berkata, ‘Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan.’” (HR. Bukhari)

Sebab itu Imam Ibn Qayyim Al Jauziyyah mengatakan,

وَمِنَ الْآفَاتِ الَّتِي تَمْنَعُ تَرَتُّبَ أَثَرِ الدُّعَاءِ عَلَيْهِ: أَنْ يَسْتَعْجِلَ الْعَبْدُ، وَيَسْتَبْطِئَ الْإِجَابَةَ، فَيَسْتَحْسِرُ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ، وَهُوَ بِمَنْزِلَةِ مَنْ بَذَرَ بَذْرًا أَوْ غَرَسَ غَرْسًا، فَجَعَلَ يَتَعَاهَدُهُ وَيَسْقِيهِ، فَلَمَّا اسْتَبْطَأَ كَمَالَهُ وَإِدْرَاكَهُ تَرَكَهُ وَأَهْمَلَهُ.

“salah satu penghalang terkabulnya doa adalah ketergesaan, hingga jika keinginannya tidak terkabulkan maka ia akan mengeluh dan meninggalkan doa. Padahal berdoa itu seperti orang yang menanam bijii yang harus selalu dijaga, dirawat dan disirami. Oleh karena itu, jika ia meninggalkan doa, sungguh ia telah meninggalkan tanaman tersebut tanpa dirawat dan disirami lagi.”

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: