مَثَلُ الدًّنْيَا كَالْحَبَّةِ لَيَّنٌ لَمْسُهَا قَاتِلٌ سَمًّهَا
“Perumpamaan dunia ini seperti seekor ular yang halus kulitnya ketika diraba, tetapi racunnya mematikaan.”
Kenapa yah dunia diibaratkan seperti seekor ular? Nah sahabat coba kita kenalan dulu sama ular yah, gapapa lah meskipun serem juga. Ular itu punya tekstur kulit yang halus tapi juga kuat, karena ular adalah salah satu hewan yang tidak mempunyai anggota tubuh, makanya dia berjalan dengan perutnya, otomatis harus punya tekstur kulit yang kuat supaya bisa bertahan di tanah dan keadaan yang lainnya. Makanya kulit ular mahal juga, banyak dijadikan kerajinan yang kreatif, ada yang dijadiin dompet, ada juga yang dijadiin sepatu bahkan sampai tas.
Nah meskipun kulit ular itu kaya berharga banget, tapi satu sisi berbahaya loh. Berbahaya karena kalo kita nyentuh kulitnya, besar kemungkinan ular akan terganggu dan berbalik lalu mematuk tangan kita dan terkena racun. Nah seperti itu juga dunia sahabat, banyak yang tergoda sama kehalusan, kemewahan, dan keindahannya. Seolah-olah dunia itu kaya barang berharga banget. Tapi awas dan waspada, kalau sudah sekali menyentuhnya tanpa hati-hati bakal mencelakakan kita tau. Gak jauh beda kaya ular, sekali sentuh berpotensi bakal mematok dan meracuni tangan kita.

Banyak yang tergoda oleh dunia, terbuai dan sangat mempesona. Tapi itu wajar dan normal kok, coba baca firman Allah,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran [5] : 14)
Jadi wajar-wajar aja kan kalo sahabat suka hal-hal yang sifatnya duniawi, gak ada yang salah kok. Salah itu ketika berlebihan itu yang harus diwaspadai. Karena cinta dunia itu wajar, yang gak wajar adalah cinta yang berlebihan dan menyebabkan takut mati sehingga ketergantungan pada dunia. Makanya ungkapan di paragraf atas menganjurkan supaya kita hati-hati, bukan untuk dijauhi, tapi manfaatkan dunia namun hanya sebatas untuk ibadah kepada Allah dan tepat dalam pemanfaatanya dan pengunaannya.

Karena yang Allah larang bukan cinta kepada dunia, tapi jika kamu cinta maka jangan menyimpang. Kalau cinta dunia itu gapapa, tapi hati-hati dan waspada jangan sampai cintanya menyimpang, karena dunia seperti ular, dia halus kulitnya tapi berbisa gigitanya. Maka cara kita supaya terhindar dari gigitanya adalah jangan berlebihan, harus tahu tujuan untuk apa memiliki dan terakhir penuh tanggung jawab.
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
💳 DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 480
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman