Sejak Nabi Adam as sudah disyari’atkan oleh Allah swt agar melaksanakan qurban yang ditujukan untuk kedua putranya bernama Habil dan Qabil. Ternyata diantara dua qurbannya ada yang diterima dan satunya lagi ada yang ditolak. Hal ini ditegaskan langsung oleh Allah swt,
۞ وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
Ceritakanlah Muhammad hal yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam ketika keduanya mempersembahkan kurban. Hanya kurban salah seorang dari mereka berdua (Habil) yang diterima, sedangkan kurban dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Qabil berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Habil berkata, “Sesungguhnya, Allah hanya menerima amal dari orang yang bertakwa.” (Al Maidah [5] : 27)
Berdasarkan beberapa riwayat yang ada, para ulama menjelaskan bahwa qurban anak Adam yang diterima itu karena persembahannya terbaik; yang paling istimewa dan berkualitas tinggi. Sementara qurban yang tidak diterima karena persembahannya seadanya, bukan yang istimewa, bahkan yang buruk dan jelek. Jadi ketaqwaan itu terlihat dari sejauh mana seseorang mempersembahkan yang terbaik untuk Allah swt, meski tentunya hewan yang diqurbankan itu tidak akan sampai kepada Allah swt karena Dia tidak membutuhkannya.
Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman