Sahabat pernah gak pergi ke restoran mahal? Atau gak pergi juga minimal pernah lihat, pasti deh pernah kan. Nah coba sahabat perhatikan makanannya, paling juga dari daging dan rempah-rempah yang biasa ditemukan, tapi kenapa yah harganya bisa semahal itu? Atau sahabat pernah lihat kulit domba, singa, dan yang sejenisnya? biasanya jadi mahal ketika dijadikan barang tertentu, misalnya kulit singa jadi karpet, kulit ular jadi tas, sepatu atau sabuk. Kalau kulit-kulit itu sudah jadi barang biasanya harus merogoh kocek yang gak sedikit buat membelinya. Kenapa yah semua itu bisa jadi mahal? padahal mungkin kulitnya bisa kita cari atau berburu di hutan. iya gak sih?

Atau yang gak jauh-jauh karya seni hasil tangan kreatif, biasanya kalau dilihat oleh orang awam lukisan atau karya seni itu seperti biasa saja. Memang seperti biasa saja karena mungkin dibuat dari alat atau barang-barang seadanya dan itu biasa kita temukan sehari-hari. Mungkin akan bertanya, “memang apa istimewanya?” Tapi anehnya semakin karya lukis atau karya seni yang lain semakin terlihat sederhana biasanya semain mahal harganya. Seperti lukisan “No 1 Royal Red and Blue” karya Mark Rothko yang dalam lelang di Balai Lelang Sotheby pada 2012 laku $75 juta atau tembus Rp. 1 triliun. Kan pasti gak percaya.

Coba deh sahabat pikirin, kenapa yah bisa mahal banget harganya? Nah semua itu jadi bernilai karena barang yang sederhana bisa berubah jadi apa dan menempel kepada apa? Contoh, kaya misalnya sepotong daging ayam biasa yang diubah dan dibentuk menjadi sesuatu, setelah jadi dagingnya malah jadi mahal banget, kenapa? Karena daging itu diubah dan dibentuk jadi makanan berkualitas. Berarti sesuatu itu jadi bernilai tergantung menempel kemana? Kalau ayam tadi melekat dan nempel menjadi makanan mewah. Gambar tadi hanya warna doang, tapi karna dilekatkan pada lukisan dan dibentuk jadi karya akhirnya lukisan itu jadi mahal banget. Akhirnya itulah yang membuat barang tersebut jadi mahal.
Nah begitu juga harga manusia. Lah kok ada harga manusia? Emang ada harganya juga? Yah ada lah. Nih kita kasih tau yah bentar lagi.

Sekarang kita kasih tahu yah. Kalau kayu biasa dibentuk jadi lemari buku atau lemari buat simpen puluhan Alquran maka harganya bakal jadi mahal banget, gitu juga manusia tergantung nempel dan dibentuk jadi apa. Maka kemelakatannya itu akan menentukan harga kualitas manusia. Kalau melekatnya dengan maksiat yah tentu saja kualitasnya bakal jelek banget, tapi kalau nempelnya sama ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya pasti deh manusia bakal mahal, bahkan sangat, sangat, sangat mahal. Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman