Sahabat! Ada yang tahu apa itu hari tasyrik? Pasti ada yang belum tahu kan apa yang dimaksud dengan hari tasyrik. Yuk baca penjelasannya.
Dalam Riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda,
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Dari Uqbah bin Amir berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Hari arafah, hari idul adha, dan hari tasyrik adalah ied kami kaum muslimin. Hari tersebut adalah hari menyantap makanan dan minuman.” (HR Abu Dawud)
Nah sahabat berdasarkan hadits ini yang dimaksud hari tasyrik adalah hari dimana kita menyantap makanan dan minuman. Jadi di hari tasyrik kita menyantap makanan dan minuman, namun yang dimaksud hari menyantap makanan dan minuman yaitu hari kita banyak bersyukur kepada Allah atas anugerah dan karunia-Nya. Karena bentuk syukur kepada Allah adalah mengoptimalkan kenikmatan yang Allah berikan untuk beribadah dan mengoptimalkan kebaikan kepada sesama. Nah bentuk syukur atas hasil daging sembelihan adalah dengan cara memakannya sesuai kebutuhan dan porsi yang tidak berlebihan juga membaginya kepada saudara sesama, artinya selain dimakan untuk menambah tenaga yang terpenting adalah untuk beribadah kepada Allah SWT.

Sahabat! Secara bahasa arti tasyrik yaitu matahari terbit atau menjemur sesuatu, atau diartikan juga dengan menghadapkan sesuatu kearah timur. Kenapa sih tasyrik dinamai tasyrik? Kata ulama ada dua pendapat,
- Karena waktu tersebut adalah hari dimana umat Islam menjemur daging qurban untuk dibuat dendeng. Karena Masyarakat jazirah Arab dahulu menyimpan daging dengan cara dijemur.
- Pelaksanaan qurban dilakukan saat matahari terbit.
Terakhir kata Imam An Nawawi,
وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ ثَلَاثَةٌ بَعْدَ يَوْمِ النَّحْرِ سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِتَشْرِيقِ النَّاسِ لُحُومَ الْأَضَاحِي فِيهَا وَهُوَ تَقْدِيدُهَا وَنَشْرُهَا فِي الشَّمْسِ وَفِي الْحَدِيثِ اسْتِحْبَابُ الْإِكْثَارِ مِنَ الذِّكْرِ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ مِنَ التَّكْبِيرِ وَغَيْرِهِ
“Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah). Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.”
Selain itu dihari tasyrik tidak dianjurkan atau bahkan sebagian ulama menyebutkan haram untuk melakukan shaum, karena dalam riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,
عَنِ بن عُمَرَ وَعَائِشَةَ قَالَا لَمْ يُرَخِّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ
“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan qurban ketika menunaikan haji.” (HR Bukhari)
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
💳 DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 480
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman