Search
Close this search box.

Inspirasi

Hidup ini Bergema

Sahabat! Kita akan awali dengan sebuah kisah seorang anak dengan bapaknya yang sedang berpetualang disuatu hutan. Sebut saja bapak ini bernama pak Farhan dan sebut saja anak itu bernama Aldi. Suatu saat Aldi bersama Pak Farhan hendak ingin hiking ke hutan untuk survive, lalu mereka berdua bersiap-siap menyiapkan barang-barang yang diperlukan untuk berpergian ke hutan. Tidak lama dari situ mereka langsung menancapkan gas pergi menuju tempat yang dituju. Singkat waktu mereka sampai ke lokasi dan mengeluarkan barang-barang yang sudah disiapkan dari mobil. Dengan mengucapkan bismillah mereka berdua memulai perjalanannya kedalam hutan.

Setelah cukup lebih jauh perjalanannya, Aldi yang saat itu baru berusia 6 tahun menemukan satu lubang besar yang menganga dan terlihat gelap di kedalaman lubang tersebut. Lubang itu membuat Aldi penasaran dan terheran-heran lalu berbisik didalam hatinya, “Ini lubang apa yah kok besar banget dan gelap?” Aldi menolehkan kepalanya ke ayahnya, dan berkata, “Ayah boleh gak aku masuk ke lubang itu?” Dengan tersenyum Pak Farhan menjawab, “Yaa boleh nak, tapi jangan terlalu dalam yah” Tak lama langsung Aldi dengan wajah penuh penasaran masuk kedalam gua sembari berteriak. Tapi Aldi menemukan keanehan.

Setiap Aldi berteriak selalu ada jawaban yang sama dari arah dalam lubangan itu, dari yang awalnya Aldi penasaran kini berubah penuh ketakutan, dan akhirnya memutuskan tidak jadi masuk, lalu bertanya ke ayahnya, “Ayah, ada siapa didalam sana, kenapa kalau Aldi berteriak sesuatu pasti selalu ada yang bicara sama?” Pak Farhan menjawab, “Nak, lubang itu namanya gua, dan suara yang ada dibalik gua itu namanya gema.” Aldi yang baru tahu menangguk-angguk. Lalu Pak Farhan melanjutkan, “Nak harus kamu tahu bahwa hidup itu seperti gema suara dari dalam gua.” “hah, maksudnya apa ayah?” Saut Aldi yang penasaran.

“Ya nak hidup itu seperti gema, dia akan memantulkan suara yang sama seperti apa yang kita berikan, jika Aldi berteriak ,”aaaaa” pasti jawabanya pun akan sama, itulah gema hidup nak. Apa yang Aldi kasih kedalam kehidupan, maka itulah yang akan Aldi terima. Jadi jangan salahkan atau ingin merubah seseorang sebelum kita sendiri yang mulai berubah, dan apabila seseorang melakukan kesalahan itu bisa jadi karena kita pernah melakukan kesalahan yang sama, tinggal kita sadar diri dan intropeksi nak.” Ujar ayah kepada Aldi.

Firman Allah,

إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ 

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri…” (Al Isra : [17] : 7)

Tuh kan benar bahwa hidup ini tidak lain hanya gema, karena semua yang kita lakukan akan kembali kepada kita sendiri. Oleh sebab itu perhatikan setiap apa yang kita lakukan, sebab suatu saat kita akan menerima perlakuan yang sama. Berarti dari ayat ini jelas banget bahwa kita tidak bisa mengendalikan setiap orang agar sesuai dengan keinginan kita, karena satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri dan sikap kita kepada mereka, bagaimana sikap mereka kepada kita sesungguhnya bergantung pada sikap kita juga.

Namun ayat diatas berbicara tentang ketaatan kepada Allah. Menurut Wahbah Az Zuhaili bahwa ketaatan kita kepada Allah akan memberikan manfaat untuk kita, bahkan Allah akan membukakan pintu kebaikan dan keberkahan disebabkan ketaatan kita kepada-Nya.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: