Search
Close this search box.

Inspirasi

Hikmah Di Balik Musibah

Ketika kita dilahirkan ke bumi, maka Allah sudah menentukan garis takdir yang akan dilewati seperti apa, bagaimana dan akan bernasib apa nanti dikemudian hari. Bahkan hingga kematian pun, dari mulai waktu, usia, sampai kejadiannya sudah Allah takdirkan sejak awal. Artinya tugas kita hanya sebatas mengikuti garis takdir yang sudah Allah tentukan. Takdir yang Allah tentukan pun tidak luput dari penentuan musibah dan ujian yang ditimpakan kepada manusia.

Artinya Allah akan menggilirikan musibah kepada seluruh manusia secara merata. Artinya Allah tidak membiarkan manusia begitu saja tanpa pemeliharaan, melainkan justru Allah perhatian penuh kepada kita, hanya saja sering kita salah paham terhadap musibah yang Allah berikan, padahal kalau kita paham saja bahwa Allah menguji itu seperti batu yang dibakar lalu menjadi emas. Tapi untuk sampai jadi emas harus melewati pukulan dan bara api yang panas, atau seperti besi yang dipukul palu dan dibakar di tungku api yang panas untuk jadi pedang tajam. Demikian Allah Swt, Dia akan menguji manusia, entah dengan musibah atau dengan perintah, kemaksiatan atau dengan ketaatan, semua ini untuk keselamatan manusia di dunia dan di akhirat.

Jadi apakah Allah memberikan musibah hanya sebatas menguji? Tidak, tapi tidaklah Allah menguji manusia dengan musibah melainkan terdapat hikmah didalamnya. Tapi sayangnya kita suka terburu-buru menyimpulkan kejadian tanpa memikirkan ulang. Contohnya ketika bisnis kita habis dan rugi, lalu terburu-buru mensimpulkan dan menyalahkan Allah, “kenapa takdir Allah tuh begini-begini amat, katanya Allah tidak akan menguji selain berdasar kesanggupan” coba deh sahabat renungin, kalau sahabat tidak punya usaha, apakah mungkin akan diuji dengan usahanya? Jelas mustahil kan, berarti artinya Allah memang benar-benar menyesuaikan dengan kondisi dan situasi hamba-Nya. Karena terburu-buru, resikonya ujian dan musibah selalu di konotasikan dengan sesuatu hal yang negatif hanya karena semua ujian yang kita rasakan selalu tidak cocok dengan keinginan.

Di sinilah kesalahan kita dalam menyikapi fenomena dan kehidupan yang dialami. Kita kerapkali memandang penderitaan itu dari sudut pandang diri sendiri, sehingga musibah diartikan penderitaan, kesedihan dipahami penghinaan, kegagalan diartikan madesu. Nahh cara pandang inilah yang bakal menentukan hikmah di balik setiap kisah atau musibah. Jika cara pandangnya salah maka yang terjadi kegagalan-kegagalan menangkap pesan rahasia Allah, kita gagal memahami bahasa kasih dari Allah. Maka kita mesti menggeserkan cara pandang dengan cara pandang qurani. Pertama-tama kita yakini bahwa musibah ini sudah ketentuan Allah, kedua, yakini juga bahwa tidak ada takdir Allah yang buruk, pasti semua terdapat hikmah berbuah berkah, selanjutnya tergantung pola pikir dan cara pandang.

Jika cara pandang kita selalu bersuudzon kepada Allah yang terjadi tidak akan mampu membaca pesan Allah. Kepala kita akhirnya selalu berisik dengan ketidakadilan Allah terhadap kita. Padahal bukan Allah yang tidak adil, karena Allah Maha Adil, itu hanya dirimu saja yang dzalim sampai buruk sangka kepada-Nya.

Maka jika kamu bertanya kenapa Allah takdirkan semua itu buat kita, karena Allah sedang memberi kita pelajaran, dan kedua pundakmu kuat menahan dan melewati beban-beban yang diberikan. Karena itulah Allah memilih kita maka tidak mungkin Allah salah alamat dalam mentakdirkan. Selain Allah memilih kita maka itulah cara Allah mendidik dirimu lewat isyarat-isyarat kasih-Nya.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: