Search
Close this search box.

Inspirasi

Ibarat Satu Tubuh


لاَ يُحِبُّهُمْ إِلَّا مُؤْمِنٌ ، وَلاَ يُبغِضُهُم إِلَّا مُنَافِقٌ ، مَنْ أَحَبَّهُمْ فَأَحبَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ أَبْغَضَهُمْ فَأَبْغَضَهُ اللَّهُ

“Tidaklah mencintai para sahabat kecuali mukmin. Tidaklah membenci mereka kecuali munafik. Siapa yang mencintai para sahabat, maka Allah mencintai mereka. Siapa yang membenci para sahabat, maka Allah membenci mereka.” (HR. Muslim, no. 75)

Kalau sudah mencintai tak mungkin menyakiti apalagi melihat saudaranya disakiti maka kita pun merasakan penderitaan yang sama. Begitulah yang terjadi di Sudan dengan saudara-saudara kita.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Perang saudara di Sudan bermula pada 15 April 2023, ketika terjadi perebutan kekuasaan antara dua jenderal yang sebelumnya merupakan sekutu, yaitu pemimpin militer Sudan atau Sudanese Armed Force (SAF) Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan dan pemimpin pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti).

Keduanya sempat bersekutu dalam kudeta tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil hasil transisi setelah tumbangnya diktator Omar Al-Bashir pada 2019. Namun, hubungan mereka retak akibat rencana untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil dan menggabungkan RSF ke dalam angkatan darat nasional.

Burhan ingin proses integrasi dilakukan cepat di bawah komando militer, sedangkan Hemedti menolak karena takut kehilangan kekuasaan dan kendali atas jaringan militer serta ekonomi besar yang ia miliki. Ketegangan ini berubah menjadi perang terbuka, yang kemudian menghancurkan negara tersebut dan menimbulkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia menurut PBB.

Hingga Oktober 2025, perang saudara ini telah menewaskan lebih dari 150.000 orang menurut laporan BBC dan menyebabkan 12 juta warga mengungsi dari rumah mereka. PBB menyebut kondisi di Sudan sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan lebih dari 24 juta orang mengalami kelaparan akut.

Kota-kota besar seperti Khartoum, El-Geneina, dan Wad Madani hancur lebur akibat serangan udara dan artileri, sementara sebagian besar rumah sakit tidak lagi berfungsi. Banyak laporan juga menyebutkan adanya pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan massal berdasarkan etnis.

Mari sahabat kita bantu dan doakan sahabat kita agar segera selesai dan tidak terjadi lagi pertempuran yang menyebabkan ribuan masyarakat sahabat kita meninggal.

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
 BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
 081 1221 6667
 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: