Search
Close this search box.

Inspirasi

Ikuti Apa Kata Ali

Ali bin Abi Thalib berkata :“Amal perbuatan yang sungguh paling berat ada empat: Memberi ampun di saat marah, suka berderma di saat melarat, berbuat iffah (enggan) ketika sendirian dan berkata benar terhadap orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya.” Coba perhatiin deh ungkapan Ali bin Abi Thalib ini. Pertama Ali menyebutkan ada empat amalan yang paling berat. Nah maksudnya bukan amalanya yang berat, karena sejatinya tidak ada kebaikan yang sulit dilakukan, tapi lebih kita saja yang tidak mau mengamalkanya, jadi seolah-olah berat melakukanya. Lalu apa maksud Ali itu? Maksudnya adalah perlawananya yang kebanyakan manusia kalah. Seperti pada urutan pertama, bahwa lawan untuk amarah adalah memberi ampun, lawan dari melarat adalah berderma, meninggalkan yang haram ketika sendirian, berkata benar kepada siapapun sekalipun orang yang ditakuti atau memiliki jasa.

Pertama, memberi ampun disaat kita marah, artinya bukan berarti tidak marah, karena sifat amarah adalah bagian dari sisi manusiawi, namun yang dimaksud adalah mengendalikan amarah jangan sampai meninggalkan penyesalan. Karena kata Rasulullah SAW bahwa orang yang kuat bukan yang jago silat atau gulat, tapi yang bisa mengendalikan amarahnya. Boleh marah namun secukupnya tanpa berlebihan atau melebih-lebihkan. Biasanya kalau sedang marah hilang akal cerdasnya, disebabkan satu-satunya yang diandalkan adalah nafsunya. Tidak heran ada ungkapan bahwa marah itu awalnya kegilaan, ujungnya penyesalan. Meskipun kita dibolehkan membalas ketika marah karena didzolimi, namun kata Allah memaafkan jauh lebih baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوْا بِمِثْلِ مَا عُوْقِبْتُمْ بِهٖۗ وَلَىِٕنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصّٰبِرِيْنَ

Jika kamu membalas, balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya hal itu lebih baik bagi orang yang sabar. (An Nahl [16] : 126)

Kedua, berderma disaat melarat. Ini sesuai dengan firman Allah,

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

yaitu orang yang berinfak, baik pada waktu lapang maupun sempit, serta orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan. (Ali Imran [3] : 134)

Ketiga, berbuat iffah atau menahan diri dari kemaksiatan ketika sendirian. Dorongan yang paling kuat untuk melakukan kemaksiatan adalah ketika sendirian, karena saat itu merasa dirinya jauh dari pengawasan Allah. Makanya kebanyakan orang melakukan kejahatan itu di malam hari atau ditempat-tempat gelap. Semua itu menunjukan bahwa kemaksiatan selalu melunjak tinggi ketika merasa sendiri. Ketika itu kita akan nyaris kesulitan menghindar diri dari serangan godaan untuk melakukan kemaksiatan disebabkan kelamahan diri kita yang merasa sendiri.

Keempat, berkata benar terhadap orang yang ditakuti atau diharapkan jasanya. Artinya tidak takut berkata benar kepada siapapun, sekalipun orang tersebut adalah orang yang paling berpengaruh atau memiliki jasa untuk kita. Ketika kebenaran harus ditegakkan maka tegakkan tidak melihat siapa dan tidak pernah pandang bulu. Jika hukuman bagi yang melakukan kesalahan berbicara harus diadili, sekalipun raja yang melakukan kesalahan maka tetap hukum harus ditegakkan secara adil dan benar.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: