Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Hai, manusia! Sesungguhnya, Kami telah menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya, yang paling mulia di sisi Allah ialah orang paling bertakwa. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. (Al Hujurat [49] : 13)

Sahabat seiman, perhatikan ayatnya. Awal kalimat ayat diatas diawali dengan yaa ayyuhannas. Artinya yang dipanggil dalam ayat ini adalah seluruh manusia tanpa dibedakan oleh jenis kelamin atau agama, karena yang pasti Allah memanggil manusia secara umum. Turunya ayat ini berkaitan dengan Bilal bin Rabbah yang menaiki atas Kakbah pada saat penaklukan kota Makkah. lalu beliau mengumandangkan adzan. Sesaat itu juga beberapa orang berkata, “Apakah budak hitam itu yang mengumandangkan adzan dia atas kakbah? Maka sebagian orang membalas, “Jika Allah tidak suka terhadap hal itu, maka Allah akan mengubahnya lalu Allah menurunkan ayat ini. Maka Nabi memanggil dan memperingati mereka agar jangan membangga-banggakan nashab dan menghina orang miskin.”

Dari asbabun nuzulnya saja kita dapat penjelasan terhadap surat Al Hujurat ayat 13 bahwa tidak ada yang harus dibanggakan jika dilihat dari sekedar keadaan fisik, mau tampan atau cantik tidak membedakan derajat seseorang. Dari ribuan orang tampan ada jutaan yang lebih tampan lagi, demikian juga kecantikan. Tapi yang harus dijadikan ukuran adalah kemuliaan dimata Allah yaitu ketakwaanya atau kemuliaan diri seorang Muslim. Itulah orang yang sangat beruntung.
Ini sama dengan kandungan hadits berikut;
وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عنه قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ “رواه مسلم.
Dari Abu Hurairah yaitu Abdurrahman bin Sakhr semoga Allah meridhainya berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat badan kalian juga tidak melihat rupa bentuk kalian, akan tetapi Allah hanya melihat hati-hati kalian.”

Keterangan hadits ini semakin menguatkan bahwa apa yang diperhatikan dan dicari dari setiap orang bukanlah bentuk rupa tubuhnya, melainkan hati atau akhlaqnya. Makanya suka ada yang bilang, “ahh percuma pinter juga kalau gak punya adab” “ganteng-ganteng kok kelakuanya kaya gitu” Kalau kita ke pasar untuk membeli daging pasti yang diincar adalah bentuk dagingnya, tapi manusia bukan hewan, dia lebih mulia disebabkan akhlaq atau ketakwaan itu sendiri. Syaikh Utsaimin menjelaskan terkait hadits diatas, menurutnya tidak ada hubungan antara Allah dan hamba-Nya kecuali hanya takwa. Maka siapa saja yang bertakwa kepada Allah, dia lebih dekat kepada Allah dan lebih mulia disisi-Nya. Karena itu, janganlah kamu menyombongkan hartamu, kecantikanmu, jasadmu, anak-anakmu, istana-istanamu, mobilmu dan apapun yang ada di dunia ini. Saat kamu mendapatkan taufik dari Allah menjadi orang takwa, maka hal itu merupakan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu. Maka, hendaknya kamu bersyukur kepada Allah atau karunia tersebut.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman