Sahabat, sadari atau tidak ternyata hari ini umat Islam tengah menghadapi banyak tantangan dan ujian. Kalau dulu dijaman Rasulullah tantangan itu berupa tantangan fisik. Tapi jaman sekarang tantangan yang dihadapi berbeda dengan jaman Rasul. Tapi sebelum jauh menjelaskan bagaimana tantangan kita kedepan, kita harus sadari bahwa tantangan dan kehidupan adalah dua mata uang koin yang tidak bisa dipisahkan, sebab jika kehidupan tanpa tantangan maka bukan kehidupan namanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan, “Kami telah beriman,” padahal mereka tidak diuji? (Al Ankabut [29] : 2)
Nah ini sahabat hal pertama dan utama yang harus disadari adalah jangan menafikan tantangan dan ujian dalam kehidupan. Sebab kedua hal tersebut kerap melekat dalam diri kita. Demikian juga Islam akan menghadapi gencatan dantangan serius yang tidak sedikit akan menggerus keimanan kita. Dahulu umat Islam menghadapi ancaman fisik dengan tekanan untuk murtad keluar dari agama Islam. Sebagaimana yang terjadi pada Bilal bin Rabbah, Ammar bin Yasir dan deretan daftar sahabat lainnya.
Ada peringatan serius yang disampaikan oleh salah seorang ulama, yaitu Syaikh An Nadwi. Menurut beliau ancaman umat Islam hari ini tentunya berbeda dengan ancaman dahulu yang terjadi di jaman Nabi SAW. menurutnya kita ini sekarang tengah diserang dan diancamn dengan pemikiran-pemikiran menyesatkan yang dibawa dari Barat untuk merusak Islam. Dan ancaman itu ternyata bukanlah isapan jempol semata, buktinya hingga hari ini sedikit sekali bahkan kalau tidak berlebihan tidak ada keluarga yang beruntung tidak terancam oleh pemikiran yang menyesatkan.

Perhatikan oleh sahabat bahwa ancaman-ancaman tidak main-main, sebab sudah masuk kepada seluruh sektor, sehingga tidak sedikit ancaman ini sampai menggoyahkan keimanan kita. Lihat ancaman serius dari seorang Peter The Venerablle, “Aku menyerang mu, bukan sebagaimana sebagian dari golongan kami (orang-orang Kristen), yang sering melakukannya dengan senjata. Tetapi sekarang dengan kata-kata, bukan lagi melalui kekuatan, namun dengan pikiran yang bukan dengan kebencian tapi dengan cinta. “
jangan abaikan ancaman seperti ini, bila ancamanya berupa fisik kita akan mudah mengidentifikasi musuh, tapi beda cerita ketika musuh kita dalam bentuk non fisik berupa pemikiran menyesatkan yang merusak dan memperkosa keimanan kita, rasanya akan sangat sulit untuk dihindari dan dilawan selain dengan menjaga keimanan dan jangan berani menanggalkanya.

Dr. Adian Husaini menyebutkan dalam salah satu bukunya berjudul 10 Kuliah Agama Islam, “Paham-paham yang menyesatkan dan merusak akidah Islam itu kadang dijajakan dengan cap dan kemasan yang menarik didukung promosi besar-besaran melalui jaringan media massa global. Maka tidak sedikit akan terseret pada arus penyesatan.”
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman