Search
Close this search box.

Inspirasi

Jangan Menunda Kebaikan


وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Infakkan sebagian harta yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang menjemputmu. Lalu, ada yang menyesali, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sesaat saja agar aku dapat bersedekah dan menjadi orang-orang saleh.” (Al Munafiqun [63] : 10)

Manusia diberikan waktu 24 jam untuk melakukan ragam kegiatan dan aktifitas, disela 24 jam itu pasti ada bagian fragmen kesempatan melakukan sesuatu. Maka disaat seperti itu pilihanya ada dua, menghiraukannya lalu menyesal atau mengambil kesempatan tersebut lalu beruntung? Jadi sahabat mau pilih yang mana jawabanya ada di tangan sahabat sendiri. Karenanya Allah tidak menyuruh sahabat mengambil kesempatan, tapi Allah memperingati agar jangan menyesali disuatu saat nanti dengan cara ambil langkah kebaikan. Kalau begitu sahabat tau sendiri mana yang harus dipilih. Seperti dalam hal waktu, Allah hanya menyuruh agar gunakan waktu sebaik mungkin supaya tidak terkategori khasirin. Betapa hebat kan Alquran, sudah menyebutkan akibat untuk manusia agar lebih waspada dan hati-hati dalam bertindak.

Seperti ayat diatas Allah menyuruh agar berinfaq sebelum dijemput kematian. Kalau begitu kira-kira ini isyarat apa? isyarat agar kita segerakan melakukan kebaikan sebelum menyesali perbuatan. Makanya mengapa di kalimat seterusnya menggambarkan penyesalan untuk direnungkan dan disadari atas kesadaran bahwa nanti tidak akan ada kesempatan lagi. Karena biasanya orang kerap lalai disebabkan tidak memikirkan akibat yang terjadi, bahkan kadang-kadang ada yang ingin enaknya saja tanpa mau menerima resikonya. Ini lebih ironis, inginnya foya-foya, pamer kekayaan tapi uniknya secara bersamaan tidak mau dihisab. Kan aneh yah.

Disisi lain ayat diatas pun menyiratkan agar jangan menunda kebaikan, karena apa yang terlewat tidak akan pernah kembali lagi ke awal. Karena sahabat tidak punya kuasa untuk itu, kalau kata orang masa lalu itu milik sejarah, masa depan itu milik Allah, adapun masa sekarang adalah milik kita. Kalau begitu manfaatkan apa yang menjadi milik kita. Nah sahabat berarti dalam melakukan kebaikan jangan pikirkan nanti, tapi lakukan saja, sebab apa yang ada sekarang adalah kebaikan milik kita, lantas masih mau dinanti-nanti?

Ilustrasinya sangat sederhana. Andaikan sahabat mau melamar si fulanah, lalu disaat yang sama perempuan yang sahabat incar ternyata memang benar belum ada satupun yang melamarnya. Tidak lama, sahabat mempersiapkan segalanya untuk segera melamar pujaan perempuan itu, dimulai komunikasi dengan keluarga, ayah dan ibu sahabat dll. Namun sayangnya diwaktu yang sama sahabat malah ragu dan penuh kekhawatiran, entah dari mana tidak ada angin dan hujan tiba-tiba hati merasa tidak enak. Akhirnya memutuskan ditunda dulu melamarnya. Ehh taunya dari waktu sahabat memutuskan menunda waktu itu hingga seminggu kedepan dia sudah dilamar dan akan nikah secepatnya atas keinginan orang tua. Dan faktanya perempuan itu ternyata menyukai sahabat, tapi karena menurut apa kata orang tua dia lebih memilih pilihan mereka. Disaat-saat seperti ini apa yang sahabat rasakan selain penyesalan? Yah satu-satunya yang dirasakan sahabat adalah menyesal.

Kenapa bisa menyesal? Karena menunda apa yang seharusnya dilakukan saat itu, tapi karena sahabat terlalu memikirkan kekhawatiran dan ketakutan yang tidak masuk akal, akibatnya tidak melakukan apa-apa. Padahal apa yang terjadi bukan kuasa kita, itu kekuasaan Allah SWT.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: