Search
Close this search box.

Inspirasi

Jangan Salahin Setan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ

Setan yang menyertainya berkata, “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi ia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”
Qaf [50] : 27)

Sahabat pernah denger atau baca sama hadits ini gak?

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :   كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).” 

Emang apa sih kaitan ayat diatas sama hadits yang dibawahnya? Kita akan bahas satu persatu yah sahabat. Ayat di atas ada kalimat qarin namun secara terjemah diartikan setan. Secara bahasa qarin itu artinya adalah yang memiliki dan menguasai atau diartikan juga setan yang membangkak. Namun pendapat kedua lebih kuat. Coba sahabat perhatikan tafsir dari salah satu ulama terkemuka, yaitu imam Ibn Katsir. Beliau menjelaskan tentang kalimat, “aku tidak menyesatkannya”, maksudnya adalah Allah tengah menceritakan tentang manusia yang kafir pada hari kiamat. lalu setan berkata, “aku tidak menyesatkannya, tetapi ia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”

Maksudnya adalah manusia sendiri yang berbuat demikian bukan setan yang menyesatkan. Ini sesuai dengan firman Allah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْ ۚفَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُ ۗاِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Ketika proses hisab telah selesai, setan berkata, “Sesungguhnya, Allah telah menjanjikan kepada-Mu janji yang benar. Aku pun telah menjanjikan kepada-Mu, tetapi aku menyalahinya. Aku tidak mempunyai kekuasaan apa pun terhadapmu, melainkan hanya menyerumu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganiah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya, aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukanku dengan Allah sejak dahulu.”Sungguh, orang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim [14] : 22)

Kuncinya ada di kalimat ini, “melainkan hanya menyerumu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganiah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri” Kalau diperhatikan berarti yang berbuat keburukan bukan murni godaan setan, tapi diri kita sendiri yang mematuhi ajakan setan. Nah kalau dikaitkan dengan hadits yang disebutkan diatas berarti keburukan itu sangat tergantung pada kemauan diri kita sendiri. Kalau tidak mau surga cukup dengarkan lalu ikuti kemauan setan, kalau mau surga kuncinya jangan mau ikuti setan. Sederhana kan?

Makanya sebenarnya tidak ada kebaikan yang susah atau keburukan yang sulit, yang ada cuman kitanya saja yang tidak mau sehingga semua terkesan susah dan sulit. Oleh sebab itu yang salah adalah diri kita sendiri bukan setan itu sendiri.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: