فَلَا تَجْمَعُوا مَا لَا تَأْكُلُونَ ، وَلَا تَبْنُوا مَا لَا تَسْكُنُونَ ، وَلَا تَنَافَسُوا فِي شَيْءٍ أَنْتُمْ عَنْهُ غَدًا تَزُولُونَ ، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ، وَعَلَيْهِ تُعْرَضُونَ ، وَارْغَبُوا فِيمَا عَلَيْهِ تَقْدَمُونَ وَفِيهِ تَخْلُدُونَ
“Janganlah kalian mengumpulkan sesuatu yang kalian sendiri tidak sempat untuk memakannya. Janganlah kalian membangun sesuatu yang sebetulnya kalian tidak akan dapat menempatinya. janganlah kalian berlomba-lomba pada sesuatu yang kalian sendiri pada keesokannya akan kehilangan. bertakwalah kepada Allah, yang kalian akan kembali kepada-Nya, dan kalian akan dihisab di hadapan-Nya. dan bersemangatlah kalian pada sesuatu yang oleh kalian akan didahulukan (bagi bekal akhirat) nanti dan padanya kalian dikekalkan.”

Rasulullah SAW mewasiatkan kepada kita tentang 3 hal yang jika diamalkan maka kehidupan akan menjadi bibit kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Pertama, Rasulullah menasehati kita supaya jangan mengumpulkan sesuatu yang kita sendiri tidak sempat memakanya, apa maksudnya? Yaitu kumpulkan sesuatu berdasarkan kecukupan dan kebutuhan, dan jangan berlebihan dalam mengumpulkannya yang kita sendiri tidak sempat menggunakannya. Misalnya, kalau ibu-ibu belanja biasanya dari rumah sudah berniat akan beli sesuai resep makanan yang akan disiapkan. Tapi saat sampai pasar malah beli barang yang tidak masuk list resep yang sudah disiapkan sebelumnya, karena alasan, “ah buat nanti aja dipasaknya, jadi beli dulu sekarang” padahal barang itu belum tentu bakal dimasak. Taunya bener, ternyata malah membusuk di kulkas. Nah inilah yang harus dihindari kata Rasulullah, yaitu jangan beli sesuatu yang belum jelas untuk apa dan belum tentu kapan memakanya.
Kedua, Rasul menasehati supaya jangan membangun sesuatu yang kita sendiri tidak akan menempatinya. Ini sama percis kaya bangun rumah, gedung sampai apartemen tapi hanya buat foya-foya hanya ingin riya, tapi tidak jelas fungsinya untuk apa? Buat apa dibangun tapi tidak ditempati, ujung-ujungnya hanya menghambur-hamburkan uang saja untuk memenuhi kesenangan pribadi. Akibatnya hartanya tidak lagi ada manfaatnya. Yang ketiga yaitu Rasul mewanti-wanti supaya jangan berlomba-lomba kepada sesuatu yang fana dan sia-sia, tapi berlombalah pada sesuatu yang bakal memberikan keabadian yaitu kebaikan untuk di akhirat.

Sahabat! poin pertama itu mengajarkan jangan serakah, jangankan ke memberi kepada orang lain, diri sendiri saja belum tentu bisa menikmatinya. Akibat seperti ini menunjukan harta yang kita miliki tidak berkah. Buktinya tidak memberikan kebaikan bagi orang lain bahkan bagi diri sendiri. Karena ciri sesuatu itu berkah karena ada kebaikan didalamnya. Harta jadi berkah karena membawa kebaikan, jabatan jadi berkah karena membawa kebaikan, seperti itu juga kekayaan. Karena yang Allah larang bukan memiliki harta apalagi ingin menjadi kaya, bukan. Tapi yang Allah larang adalah harta yang tidak membawa kebaikan.
Makanya karena sedekah harta jadi berkah, bukan dengan serakah. Karena dengan serakah hanya akan membawa sengsara di dunia dan di akhirat. Na’udzubillahi min dzalik.
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
💳 DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 480
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman