الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. (Ar Rad [13] : 28)
Dalam menjalani peristiwa hidup kita pernah melewati dan mengalami titik terhancur, baik tentang ekonomi, pendidikan, bahkan seluruh elemen kehidupan ini terlalu menyedihkan jika dilanjutkan. Pasti sahabat pernah mengalaminya, dan episode yang paling menyedihkan lagi adalah ketika sahabat melewatinya sendiri dan sepi. Sahabat mungkin merasa lebih remuk jika diteruskan perjalanan hidup ini. Memiliki keluarga rasanya jauh dari ketentraman, ingin cerita namun khawatir malah menambah beban mereka. Semua sahabat tidak ada yang peduli dengan kondisinya saat ini. Di titik itu sahabat benar-benar merasa sendiri melewati kepedihan hidup ini.

Mungkin ada juga diantara kita yang mengalami pahit getir kehidupan ditengah-tengah kedua orang tuanya sudah tiada, sanak saudaranya tidak ada yang peduli sama sekali, sahabatnya tidak ada satu pun yang melirik. Rasanya ingin menangis namun tidak bisa, yang terbayang hanya bagaimana mengakhiri kepahitan hidup yang dijalani ini. Rentetan ujian seperti gayung bersambut, satu belum selesai sudah ada lagi ujian lain yang siap menanti. Lalu bagaimana dia bisa mengkuatkan langkah ini ditengah-tengah keterpurukan dalam kesendirian. Namun sebelum itu, rasanya kita harus bertanya, apakah memang kita ini benar-benar merasa sendiri? Bagi kami kesendirian itu sebenarnya konsep yang tidak pernah ada, perasaan itu hanya muncul dari cara pikir kita yang keliru. Padahal kalau kita geserkan dan mengikuti cara pandang Alquran bahwa Allah selalu menemani setiap derap langkah kita. Hanya saja kitanya aja yang jarang merasakan kehadiran Allah. Artinya kita tidak pernah sendirian, karena Allah sendiri tidak pernah menginginkan hamba-Nya melewati itu semua dalam kesendirian, Allah selalu menemani kita dalam kesedihan dan seluru momen kepahitan kita.

Maka rasakan kehadiran Allah dalam hidup kita dengan yakin bahwa apa yang diterima tidak pernah lepas dari garis takdir Allah, dan yakini pula Allah tidak pernah mentakdirkan keburukan bagi kita juga tidak pernah memberikan ujian lebih dari kapasitas dan potensi yang kita miliki. Allah itu Maha Baik. Jika kita selalu ingat dan meyakini itu, maka janji Allah untuk kita adalah tathmainnal qulub hati kita akan jauh lebih tenang dan mampu menghadapi semua ujian. Artinya ketenangan itu adalah hanya dengan mengingat Allah, karena dengan mengingat-Nya lah hati kita jauh akan lebih tentram. Begitulah cara Allah mengkuatkan kaki kita dalam melangkah.
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (Al Fath [48] : 4)

Intinya kita jangan pernah merasa sendirian dalam hidup ini, selalu libatkan Allah dalam diri kita sebab dengan-Nya lah hati ini menjadi jauh lebih damai dan tenang dalam melewati derap langkah kehidupan, hidup akan jauh lebih bermakna dan terhindar dari hampa dan nestapa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan jangan kamu mengufuri nikmat-Ku.” (Al Baqarah [2] : 152)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR Bukhari)
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman