Satu hari Lukman hendak mengajak anaknya menuju satu kota dengan mengendarai keledai. Tidak lama setelah bersiap-siap lalu Lukman menaikan anaknya keatas keledai yang sudah disiapkan sebelumnya dan Lukman sendiri memilih menuntun keledai tersebut. Setelah memakan puluhan kilometer Lukman melewati suatu daerah yang kebetulan saat itu ada kumpulan orang-orang yang sedang menongkrong. Disaat melewati tongkrongan itu, mereka bilang, “Tega sekali anak itu membiarkan ayahnya malah berjalan.” Langsung saja Lukman memindahkan anaknya buat berjalan dan Lukman sendiri naik ke punggung keledai.

Tapi tidak lama dari situ Lukman dan anaknya melewati suatu daerah lagi yang banyak orang. mereka berkomentar, “Ayah itu tega masa anaknya disuruh menuntun keledai” Lantas Lukman menaikan anaknya dan mereka memilih duduk berdua diatas keledai. Tapi orang-orang lagi-lagi berkomentar, “Masa punya keledai sekecil itu ditumpaki dua orang” Alih-alih berkomentar balik, Luqman memilih turun dan anaknya juga ikut diturunkan. Ternyata perbuatan Lukman tidak mampu membungkam orang-orang. Akhirnya mereka berdua memilih berjalan tanpa menaiki keledai. Ternyata mereka masih saja berkomentar, “Masa punya keledai gak dinaikin.”

Di ujung itu Luqman menasehati anaknya,
لا يمكن إرضاء الناس كلهم
“Tidak mungkin kita memenuhi semua keinginan manusia”
Nah sahabat pelajaran dari kisah diatas bahwa kita tidak akan pernah bisa memenuhi keinginan orang lain, bagaimanapun caranya. Sebab itu tidak ada yang benar-benar bisa kita lakukan selain mengkontrol keinginan dan perasaan kita kepada orang lain bukan orang lain kepada kita. Karena memenuhi keinginan orang lain bukanlah tugas kita. Kalau kita terlalu memaksakan hal tersebut hanya karena ingin orang lain senang kepada kita, maka akhirnya kita akan kelelahan, seperti yang dialami Lukman dan anaknya.

Kata Lukman sampai kapanpun kita tidak akan pernah memenuhi ekspektasi orang lain. Seperti itu juga kita jangan terlalu banyak mengharapkan ekspektasi kepada orang lain, karena ketika kita mengharapkan sesuatu kepada orang kadang kala kecewa, meski ada untungnya juga tapi banyaknya pasti kecewa. Makanya satu-satunya tempat berharap yang tidak akan menelan pahitnya kecewa adalah Allah SWT. Selain itu pasti ada kecewanya. Nah makanya berhenti untuk berharap kepada manusia, selain kecewa maka akan sia-sia dan tidak ada gunanya.
Terlalu banyak yang berharga dalam hidup selain ekspektasi orang lain. Selain itu ada yang lebih berharga, termasuk diri kita sendiri. Kita adalah sosok yang sangat berharga. Maka jangan lukai dengan hal-hal yang tidak ada artinya sama sekali, termasuk memenuhi ekspektasi orang lain. Kita punya cara sendiri untuk membahagiakan diri kita sendiri tanpa membahagiakan orang lain dengan memenuhi ekspektasi mereka.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman