Pasca Ramadan berakhir kerap kali orang-orang malah kembali kepada rutinitasnya dengan mengabaikan esensi akhir Ramadan. Akibatnya kesolehan sifatnya menjadi terbatas dan temporal yang berlaku hanya saat bulan Ramadan, di sebelas bulan lainnya kembali biasa lagi. Apakah seperti itu?
Nah disini pentingnya kita memperhatikan juga akhirRamadan kita, jadi bukan sebatas mempersiapkannya saja, namun kita harus memikirkan apa akhirnya? Bahkan hasil dari ramadan ditentukan oleh akhirnya, Rasulullah saw bersabda;
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا
“Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Nah lewat hadits ini kita diajarkan bahwa kesempurnaan bukan tentang apa yang tentang kita lakukan, tapi tentang apa yang kita pertahankan sampai akhir. Bukankah tanda konsisten suatu amal bukan dilihat saat mengamalkannya, tapi dilihat dari akhirnya apakah bisa bertahan sampai akhir atau tidak? Makanya ada istilah bahwa skripsi yang baik adalah yang selesai. Nah kurang lebih amalan juga sama, bahwa amalan yang baik itu dilihat dari akhirnya.
Demikian juga shaum kita, apakah akhirnya suul atau husnul? Buruk atau baik? Itu dilihat dari akhirnya apakah kita berhasil mempertahankan amalan shaum berupa menahan nafsu? Atau diujung-ujung akhir Ramadan malah kembali lagi pada kemaksiatan? Maka kunci shaum kita optimal adalah dilihat dari kembalinya diri kita kepada kesucian.
Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
BSI 880 999 8817
Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : sedekahku_percikaniman
Tiktok : sedekahkupercikaniman
Youtube : SedekahkuPercikanIman