Search
Close this search box.

Inspirasi

Kenapa Harus Panik?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, panik berarti bingung, gugup, atau takut secara mendadak sehingga seseorang tidak dapat berpikir dengan tenang. Konsep panik itu terjadi saat seseorang mengalami serangan rasa takut yang hebat, tiba-tiba, dan luar biasa, meskipun sebenarnya tidak ada ancaman atau bahaya nyata di sekitarnya.

Secara psikologis dan biologis, kepanikan dipicu oleh sistem alarm alami tubuh (respons fight-or-flight) yang aktif secara keliru atau berlebihan. Artinya bahwa reaksi panik itu muncul dipicu oleh ragam peristiwa atau kejadian, notabenenya adalah kejadian yang dihinggapi oleh rasa takut terhadap ancaman atau bahaya yang padahal tidak ada.

Seperti sahabat yang panik menghadapi ujian, nah sebenarnya itu adalah reaksi ketakutan karena tidak tahu apa yang akan dilakukan? Jadi sebetulnya bukan panik menghadapi ujian, tetapi karena ketidaktahuan. Buktinya yang belajar semalaman dia tidak panik, malah dengan santainya yang bisa menjawab semua pertanyaan.

Ini juga yang terjadi saat sahabat kehilangan uang, yang terjadi biasanya apa? Apalagi kalau uang itu uang terakhir, respon pertama kali biasanya panik kan. Nah paniknya bukan kehilangan uang, tapi kita yang tidak tahu harus apa saat uang itu tidak ada. Kenapa ada ketakutan semacam itu? Karena sahabat terlalu bergantung pada uang, akibatnya panik ketika hilang. Padahal ada Allah swt yang Maha Kaya kan? Kenapa harus panik?

Uang hilang paniknya bukan kepalang, tapi giliran umur berkurang jarang tuh ada kepanikan? Emang udah tahu dosa dan amalan kita nanti di penghisaban? Kaya punya ordal aja.

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan Zakatmu melalui
BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak Sedekah Umum
BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi
081 1221 6667
0852 2118 4803

Share: