Search
Close this search box.

Inspirasi

Kenapa Kita Harus Bersyukur?

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Jika menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.” (Ibrahim [14] : 34)

Sahabat! Kenapa sih kita harus banyak bersyukur kepada Allah? Terus gimana yah caranya kita bersyukur kepada Allah? Coba deh kita renungin kehidupan ini, kira-kira siapa yang menyebabkan kita bisa bernapas dan menghirup oksigen secara bebas? Padahal kalau tanpa oksigen kehidupan manusia akan cepat musnah dalam hitungan detik dan tidak mampu bertahan. Dan sahabat tahu siapa yang menyebabkan kita bisa melihat? Jawabanya bukan cahaya yang mantul ke mata kita, itu hanya secara saintifik saja, tapi pertanyaannya siapa yang menciptakan cahaya sehingga kita bisa melihat? Lalu kalau sahabat tafakur kenapa hingga hari ini kita masih diberi jatah kesempatan buat hidup dan menikmati ragam flora fauna dan masih banyak lagi? Siapa yang menyebabkan semua itu terjadi? Tidaklah semua kenikmatan ini terjadi melainkan hanya karena Allah SWT.

Allah SWT telah memberikan kepada kita ragam kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya, sehingga dengannya kita dapat memenuhi segala kebutuhan manusia yang kita perlukan, karena tanpa nikmat-nikmat-Nya mustahil kita dapat hidup seperti layaknya manusia. Maka artinya nikmat yang Allah berikan seluruhnya merupakan bentuk keluasan rahmat-Nya yang sangat luas dan mendahului murka-Nya. 

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

“Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak.” (Al Kautsar [108] : 1)

Dalam ayat tadi Allah tengah menyebutkan dan menerangkan bahwa Dia telah memberikan pada kita nikmat yang begitu banyak dan melimpah. Lalu alasan apalagi yang membuat kita sulit bersyukur? Tidaklah kehidupan ini menjadi rumit dan pelik melainkan karena minimnya bersyukur kepada Allah. Harta yang dipegang tidak pernah puas, makanan yang di konsumsi tidak pernah kenyang karena hilangnya rasa syukur kepada-Nya. Padahal apa yang kurang dari kenikmatan yang telah Allah berikan? Baik kenikmatan yang sifatnya dzahir atau kenikmatan yang sifatnya bathin, Allah SWT berfirman,

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukan untuk kepentinganmu apa yang dilangit dan dibumi, dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya yang lahir dan batin. Dan diantara manusia ada yang membantah keesaan Allah tanpa ilmu atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi kenikmatan.” (Luqman [31] : 20)

Nikmat dan anugerah yang paling besar adalah nikmat batin, yaitu kenikmatan berupa agama, dalam hal ini adalah Alquran. Inilah kenikmatan yang tidak diberikan kepada makhluk lain melainkan hanya kepada manusia yang beriman kepada Allah. Karena dengan agama semua kehidupan yang kita lewati akan teratur dan terukur sekaligus menyelamatkan kita dari duri dunia yang membahayakan. Sebab itu bersyukur kepada Allah menjadi hal yang paling penting dalam pilar kehidupan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

وقال عليه الصلاة والسلام: «الإيمان نصفان: نصف صبر، ونصف شكر

“Rasulullah Saw bersabda, “Iman itu ada dua bagian, satu bagian iman, satu lagi bagian syukur.”

Adapun bentuk syukur kepada-Nya yaitu hati mengingat-ingat nikmat dan memuji Allah karena limpahan nikmat yang diberikan-Nya, dan tidak menggunakannya atau memfungsikan nikmat untuk kemadharatan. Sedangkan kufur nikmat kebalikannya. Ar Raghib mendefinisikan syukur dengan, “menggambarkan (mengingat) dan menampakan nikmat, sedangkan lawan nya adalah kufur, berarti menutupi nikmat. Makanya ada istilah kufur nikmat, maksudnya menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk kemaksiatan dan tanpa bimbingan agama.”

Maka orang yang berysukur kepada Allah atas rizki yang dilimpahan, maka Allah akan menambah rizkinya, barangsiapa yang bersyukur atas anugerah kemampuan untuk taat, maka Allah akan menambah ketaatan kepada-Nya, dan barang siapa yang bersyukur atas nikmat sehat yang Allah berikan, maka akan ditambah kesehatannya, dan syukur atas nikmat-nikmat lain yang semisal.

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ

“Dan sungguh, telah kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia berysukur untuk dirinya sendiri, dan barnag siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha kaya, Maha Terpuji.” (Luqman [31] : 12)

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: