Search
Close this search box.

Inspirasi

Kenikmatan Hidup

Tugas kita hidup di dunia adalah berjuang dalam segala aspek kehidupan. Ada yang berjuang untuk keluarganya, ada juga yang berjuang karena ingin menikah dengan pasangan yang dicintai. Dan masih banyak lagi diluaran sana yang berjuang dengan perjuangannya masing-masing. Tapi sahabat, kira-kira lelah tidak terus berjuang? Pasti deh ada suatu saat sahabat merasakan lelah banget, rasanya ingin berhenti saja melewati arus deras hidup yang terjal ini, ya gak sih? Tenang sahabat seiman, boleh kok sesekali sahabat rasakan istirahat, seseali juga sahabat harus meratakan kembali punggung yang telah lama bengkok karena kerasnya perjuangan hidup, meregangkan otot-otot untuk kembali stabil. Jadi boleh kok sesekali istirahat.

Tapi sahabat istirahatnya jangan kebablasan, karena istirahatnya hanya sekedar mengembalikan tenaga untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Jangan sampai istirahat sahabat malah kebablasan dan nyaman akhirnya tidak melanjutkan perjalanan kembali. Karena sebenarnya istirahat itu hakikatnya untuk melanjutkan perjalanan bukan menghentikan perjalanan. Jadi sebenarnya tidak ada waktu buat sekedar santai-santai. Sahabat kerja dari jam delapan pagi sampai jam empat sore, nah waktu istirahat sahabat itu dari sepulang kerja hingga esok hari untuk kembali berangkat kerja. Pertanyaannya untuk apa sahabat istirahat? Ya jelas untuk melanjutkan kerja esok hari. Seperti itulah hakikat istirahat. Karena apa yang sahabat sedang kerjakan dan perjuangkan tidak boleh berhenti dan harus selesai, memang seperti itu konsukwensi hidup untuk bergerak, berjuang dan lelah.

Allah berfirman,

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ 

“Apabila kamu telah selesai mengerjakan suatu urusan, maka tetaplah bekerja keras untuk urusan berikutnya.” (Al Insyirah [94] : 8)

Nah sahabat liat ayat diatas, Allah menyuruh kita untuk terus ikhtiar, berusaha sampai ketitik akhir. Mungkin sahabat akan bertanya kapan titik ikhtiar itu akan selesai? Lebih tepatnya tidak akan selesai, karena Allah sendiri yang akan menyelesaikanya (kematian). Sebelum sahabat meninggal selalu menemukan fase hidup yang lebih hebat lagi. Karena Allah sendiri yang berjanji bagi siapa saja yang semakin meningkat taraf kehidupannya, maka angin yang menerpa semakin kuat dan kencang. Jadi harus terus bergerak dan berjuang, kalau mau berhenti ya sederhana aja, solusinya meninggal.

Sahabat jangan fokus sama lelahnya, tapi sahabt harus fokus sama ujung titik perjuanganya, yaitu istirahat terakhir. Kata Imam Syafi’i


وانْصَبْ فإنَّ لذيذَ العَيْشِ في النَّصَبِ

“Berlelah lah dalam hidup, karena kenikmatan hidup ada dalam rasa lelah.”

Puncak kenikmatan hidup ada dalam rasa lelah, karena setelah kata lelah ada istirahat. Tapi penghujung istirahat yang sesungguhnya adalah bukan di dunia, melainkan di surga-Nya. Inilah kenikmatan yang sesungguhnya. Kuncinya berjuang terus dan beramal terus jangan berhenti hingga diberhentikan oleh Allah. Selama hidup tidak boleh diam dan istirahat lalu nyaman di zonanya sebelum diistirahatkan oleh Allah di surga-Nya.

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui

💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui  Infak Sedekah Umum

💳 BSI 880 999 8817

Tunaikan Ibadah Qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening

💳 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi

📲 081 1221 6667

📲 0852 2118 480

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram :  sedekahku_percikaniman

Tiktok : sedekahkupercikaniman

Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: