إِنَّ أَكْثَرَهُمْ شَبْعًا فِيْ الدُنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوْعًا يَوْمَ القِيَامَةِ
“Banyak manusia yang kenyang di dunia tapi lapar pada hari kiamat.” (HR Tirmidzi)
Apa sih yang dimaksud kenyang di dunia tapi malah lapar di akhirat? Awas yah sahabat jangan salah paham, karena lapar yang dimaksud hadits diatas bukan lapar dalam arti yang sebenarnya, atau lapar dalam artian makanan demikian juga kenyang pun bukan dalam artian makanan yah. Kalau gitu apa sih maksudnya? Sahabat pasti penasaran kan? Yuk kita baca penjelasan selanjutnya.
Nah sahabat! kata lapar oleh Rasulullah dalam hadits diatas diungkapkan dengan Syab’an, artinya adalah sesuatu yang berisi penuh dengan makanan atau yang sejenisnya, dalam artian lapar. Namun lapar disini dalam arti kiasan yang diberikan oleh Rasulullah. Maksudnya adalah bukan kenyang dari makanan, tapi kenyang dalam artian negatif. Yaitu banyak manusia yang mengumpulkan harta benda hingga benar-benar puas namun tidak memberikan jalan kebaikan untuk akhirat, maka apa artinya harta, jabatan, kekuasaan kalau tidak bisa jadi perantara berbuat kebaikan untuk bekal nanti? Yang terjadi hanya membukakan jalan keburukan untuk akhirat. Maka orang seperti ini hakikatnya dia kenyang, tapi akan lapar nanti diakhirat.

Artinya orang yang seperti disebutkan diatas tidak memperhatikan aturan agama. Yang dipikiran mereka hanya kenyang tanpa memperdulikan dari mana asalnya, yang penting enak dan tidak mau tau halal dan haramnya. Memakan daging pun tidak pernah bertanya bagaimana cara menyembelihnya, mereka hanya tau makan dan enaknya saja. Seperti ini oleh Allah dan Rasul-Nya disebut orang yang berlebihan atau israf. Sebab mereka tidak menggunakan batasan dan aturan, yang mereka inginkan hanya enaknya saja, masa bodoh dengan akibatnya nanti.

Allah berfirman,
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ
“Dan makan dan minumlah kalian, tetapi janganlah kalian berlebih-lebihan karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Al A’raf [7] : 31)
Sedangkan yang dimaksud dengan israf adalah perilaku konsumsi dengan berlebihan melebihi batas keperluan dan memakan sesautu berdasarkan nafsu dan keinginan. Inilah yang dimaksud oleh Rasulullah SAW dalam hadits diatas. Maka oleh sebab itu kita harus kenyang di dunia juga kenyang di akhirat, dalam artian bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Jangan sampai seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW,
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «سَيَكُونُ رِجَالٌ مِنْ أُمَّتِي يَأْكُلُونَ أَلْوَانَ الطَّعَامِ ، وَيَشْرَبُونَ أَلْوَانَ الشَّرَابِ ، وَيُلْبِسُونَ أَلْوَانَ الثِّيَابِ ، وَيَتَشَدَّقُونَ فِي الْكَلَامِ ، فَأُولَئِكَ شِرَارُ أُمَّتِي
“Dari Abi Umamah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Suatu saat akan datang orang-orang dari umatku mereka memakan barang dengan rupa-rupa makanan, memakan ragam macam minuman, memakai ragam rupa pakaian, dan banya yang bercerita namun tidak diteliti kebenarannya, mereka itu adalah sejelek-jeleknya umatku.” (HR Ath Thabrani)
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman