Minggu-minggu ini jagat media tengah diramaikan oleh salah seorang selebgram yang mengalami kasus kekerasan dalam rumah tangga. Kasus KDRT berawal dari perselingkuhan sang suami. Bahkan IN mengaku telah mengalami beberapa kali KDRT dan diselingkuhi oleh suaminya. “Selama ini saya bertahan karena anak, ini bukan pertama kalinya saya mengalami KDRT, ada puluhan video lain yang saya simpan sebagai bukti, 5 tahun sudah berumah tangga, banyak nama wanita mewarnai rumah tangga saya, beberapa bahkan teman saya,” ujar IN. IN melanjutkan, “Sudah berkali-kali saya maafkan, tapi tak pernah terbuka hatinya, ternyata benar, perselingkuhan dan KDRT tidak akan pernah berubah, maafkan saya jika selama ini menutup diri, membuat beberapa konten menyinggung, saya seorang diri tidak pernah membuka aib rumah tangga saya, saya jaga martabatnya, hari ini saya sudah tidak bisa menahan semua sendiri,” AR sendiri sebagai pelaku mengakui telah melakukan KDRT terhadap IN lebih dari lima kali sejak tahun 2020.

Dalam kasus KDRT yang dialami IN tentunya tidak hanya merugikan pihak korban, tapi berdasarkan video yang beredar di laman-laman media anak dari pasangan IN dan AR ikut jadi korban. Pasalnya dari video itu terlihat anaknya yang masih berusia seminggu ikut merasakan kekerasan dari suaminya, tampak terlihat kakinya mengenai badan anaknya yang masih balita. Oleh sebab itu kasus KDRT yang dialami IN menuai ragam respon dari beberapa pihak, seperti komnas perempuan, “Komnas perempuan meminta aparat penegak hukum untuk sigap dan segera menindaklanjuti proses hukum. Proses hukum harus terbuka untuk memberikan aspek jera pada yang lain,” ungkap dr. Nahei.
Setelah terjadi penangkapan oleh polisi pada hari yang sama dimana IN mengalami KDRT, yaitu hari selasa tanggal 13 Agustus 2024 memunculkan beberapa fakta baru dari kasus KDRT IN dan AR. Dilansir dari laman berita CNN AR dijerat pasal berlapis pasal 44 Ayat (2) UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pasal 351 KUHP, dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak. Sebetulnya jika kita melacak data tentang kasus KDRT bukanlah kasus yang baru pertama kali muncul, artinya kasus yang dialami IN bukanlah kali pertama, melainkan telah ada 401.975 kasus kekerasan sepanjang 2023.

Ternyata setelah dicermati satu diantara penyebab KDRT di Indonesia adalah perselingkuhan. Seperti yang dialami oleh rumah tangga IN. Perselingkuhan bisa berakibat pada terjadinya kekerasan fisik atau seksual dalam rumah tangga. Data menunjukan bahwa perempuan yang memiliki suami dengan pasangan lain memiliki risiko 1,34 kali lebih besar untuk mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dibandingkan dengan perempuan yang suami mereka tidak memiliki pasangan lain. Begitu pula, perempuan yang suami mereka berselingkuh dengan perempuan lain cenderung mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sebanyak 2,48 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terlibat dalam perselingkuhan.
Artinya rumah tangga bisa menjadi keruh disebabkan selingkuh. Maka oleh sebab itu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga menjadi bagian yang terpenting dan tidak terhindarkan dalam membina dan merawat keutuhan rumah tangga. Lalu bagaimana Rasulullah menjaga keharmonisan keluarga? Nah sekarang kita belajar kepada Rasulullah dengan cara melihat bilik-bilik rumah tangga beliau. Salah satunya adalah menjaga efektifitas komunikasi dengan pasangan, karena banyak juga kasus perceraian disebabkan tidak efektifnya dalam menjaga komunikasi. Nah artinya ruh dalam rumah tangga itu adalah komunikasi. Komunikasi yang dicontohkan Rasulullah adalah komunikasi yang lemah lembut,
“Dari Abu Hurairah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paing baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi)

Dalam riwayat lain Aisyah RA mengungkapkan bahwa, “Rasulullah tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud.
Artinya pola komunikasi yang dibangun oleh Rasulullah dalam rumah tangganya dibangun oleh basis kelembutan dalam berbicara, tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi melainkan pas, cukup dan penuh kelembutan. Apa yang disampaikan beliau jelas dan tegas tidak banyak prasangka dan yang paling terpenting adalah transparan atau saling terbuka. Baik dari suami atau istri harus saling terbuka. Kelembutan komunikasi yang dilakukan Rasulullah sangatlah lembut, ini bisa terlihat dalam suatu riwayat,
“Beliau berdiri lalu shalat dan menangis hingga air matanya membasahi janggutnya. Kemudian beliau rukuk dan menangis hingga air matanya membasahi pangkuannya. Lalu, beliau bersujud dan menangis hingga air matanya membasahi tempat sujudnya. Setelah selesai aku berkata, ”Wahai Nabi, bukankah Allah telah mengampuni semua dosamu?” Beliau menjawab, ”Hai Aisyah, apakah tidak boleh aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?” dari riwayat ini komunikasi Rasulullah terlihat sangat efektif, harmonis, lembut dan penuh hikmah yang sangat berharga. Bahkan dalam kisah lain Rasulullah pun sempat meminta izin untuk shalat malah dengan berkata, “Hai, Aisyah biarkanlah aku beribadah kepada Tuhanku.”
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman