Search
Close this search box.

Inspirasi

Keteguhan Amr bin Yasir

Rasulullah SAW bersabda, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah surga.” Apa yang disampaikan Rasul pada Yasir bukanlah sebatas ucapan tidak bermakna, melainkan lebih dari sekedar itu, yaitu ucapan yang keluar atas dasar fakta dan makna yang mendalam. Dan itu langsung dibuktikan oleh Amr bin Yasir sendiri.

Ammar sendiri merupakan seorang karunia putra yang dari Yasir bin Amir yang dinikahkan oleh Abu Hudzaifah kepada Sumayyah binti Khayyath yang merupakan budak dari Abu Hudzaifah. Mereka masuk Islam lebih awal dan masuk dalam barisan orang yang berbakti dan diberi petunjuk oleh Allah. Sebagaimana mestinya konsukwensi dari awal masuk Islam adalah mendapatkan dentuman siksaan dari kaum kafir quraisy. Begitulah tabi’at kelakuan kaum quraisy selalu mencari-cari cara agar kaum muslim selalu dalam ambang penderitaan dan siksaan hingga ancaman. Mereka tidak melihat siapa yang disiksa, apakah bangsawan atau kaum miskin mereka sama-sama melancarkan ancaman, gertakan hingga siksaan.

Hal yang sama diterima oleh keluarga Yasir dan Sumayyah. Mereka disiksa oleh Bani Makhzum. Mengerikanya mereka mendapatkan penyiksaan setiap hari dengan dibawa ke pada pasir Makkah yang sangat panas, disana mereka disiksa dengan sangat kejam dan keji. Sampai-sampai Sumayyah mendapatkan siksaan yang sangat keji, beliau menerima tusukan dari arah kemaluan hingga menembus badannya lalu syahid pada saat itu juga, demikian juga yang diterima Yasir berupa siksaan yang mengerikan hingga menyebabkan kesyahidan bagi mereka. Disaat-saat itu Amr bin Yasir menyaksikan langsung kesyahidan kedua orang tuanya. Lantas apakah Amr luntur? dan menggadaikan keimananya untuk menyelamatkan nyawanya? Sama sekali tidak!

Seperti halnya kedua orang tuanya bahwa Amr pun menerima siksaan yang sangat dahsyat, hingga menurut Amr bin Al Hakam bahwa Amr disiksa hingga tidak menyadari apa yang diucapkannya. Kesaksian yang diberikan oleh Amr bin Maimum mengatakan bahwa orang-orang musyrik membakar Amr bin Yasir dengan api. Rasulull lewat ditempatnya lalu memegang kepalannya dengan tangan beliau, sambil bersabda, “Wahai api mendiginlah dan menjadi keselamatan bagi Amr, sebagaimana dulu kamu mendiginlah dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.

Tapi lihat bukti didikan keimanan yang diberikan kedua orang tuanya dan keteguhan keimananya tidak merubah sama sekali pendiriannya meski terus ditimpa penderitaan yang sadis. Puncak siksanya adalah ketika suatu hari algojo menghabiskan segala daya dan upaya dalam melampiaskan kezaliman dan kekejiannya. Mereka membakarnya dengan besi panas, menyalibnya di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan mereka meneggelamkan ke dalam air hingga sulit bernafas dan kulitnya yang penuh dengan luka mengelupas. Sampai-sampai Amr tidak sadarkan diri disebabkan berat dan kejinya siksaan yang diterima, maka disaat itulah saatnya mereka memaksa agar mengatakan, “Pujalah olehmu Tuhan-Tuhan kami.” Kemudian mereka menuntunnya dan tanpa disadari Amr mengikuti ucapan tersebut.

Ketika siuman sebentar, tiba-tiba Amr sadar atas apa yang diucapkannya. Saat itu juga hatinya menjadi gundah gulana tidak karuan, karena terbayang atas kesalahan yang dia lakukan begitu besar dan mengancam keimananya. Hatinya jadi merasa dihantui lebih takut dan lebih menyiksa ketimbang siksaan dari kafir quraisy. Dia merasa kalah dan menyerah. Maka ketika itu Rasulullah SAW datang menghadap kepada Amr lalu berkata, “Orang-orang kafir telah menyiksamu dan meneggelamkanmu ke dalam air sampai kamu mengucapkan begini dan begitu?” Amr bin Yasir menjawab, “Benar wahai Rasulullah SAW” Disitulah mulai Rasulullah bersabda dengan penuh senyuman, “Jika mereka memaksamu lagi, tidak mengapa engkau mengucapkan seperti apa yang engkau katakan tadi, lalu beliau membacakan surat An Nahl ayat 106.”

Akhirnya Amr kembali diselimuti ketenangan karena telah mendengar perkataan dari Rasulullah SAW secara langsung, luka dari siksaan yang bertubi-tubi itu tidak menyebabkan rasa sakit disebabkan ketenangan dan kedamaian dalam hatinya itu. Hatinya menjadi bahagia, damai dan sentosa. Sahabat dari kisah diatas kita belajar bahwa keimanan yang hebat akan memunculkan keberanian yang hebat juga, berani melawan kedzaliman dan berani menegakkan kebaikan. Bukan karena keuntungan, tapi mereka bergerak berdasarkan panggilan keimanan sehingga tidak ada rintangan yang besar kecuali akan dihadapi dengan keberanin yang besar juga.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: