Kalau semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah, lantas kita punya apa? Kendaraan, jabatan, kekuasaan, anak, harta, istri, rumah semuanya punya siapa? Yang jelas hakikatnya ini bukan punya kita. Kalau begitu kita punya apa? Hmmm. Jelas-jelas sebenarnya kita gak punya apapun, apa yang sedang kita genggam itu bukan milik kita, dan kita sendiri gak boleh mengklaim ini punya saya atau ini milik saya. Hakikatnya semua ini milik Allah. Makanya tugas kita sekedar menjaga apa yang dititipkan kepada kita, bukan mengakui semua yang digenggam adalah milik kita. Tapi menjaganya dan memanfaatkanya sebaik mungkin untuk bekal kebaikan dunia dan akhirat.

Alquran menggunakan kata mustakhlaf. Ini terdapat dalam ayat berikut,
آمِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ، وَأَنْفِقُوا مِمّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ، فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya sementara. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Al Hadid [57] : 7)

Nah kalau misalnya kita hanya dititipkan, berarti akan diambil lagi suatu saat sama pemiliknya. Gak jauh beda kaya sahabat dititipin barang sama tetangga, pasti kan beberapa hari kemudian bakal diambil lagi, lalu akan menanyakan keberadaan dan tanggung jawabnya ketika diamanahi, iya gak sih? Nah Allah pun sama seperti itu. Ketika nanti di hari pembalasan Allah akan menanyakan amanah-amanah yang dititipkan kepada manusia. Rasulullah SAW bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR Tirmidzi)

Saat nanti di hari penghisaban Allah akan menanyakan 4 hal yang dititipkan kepada kita. pertama, umurnya. Umur itu pun termasuk bagian yang dititipkan kepada kita, tugas kita sekali lagi adalah memanfaatkanya. Makanya Allah akan menanyakan penggunaan umur, bukan umurnya. kedua, ilmu. apakah ilmunya diamalkan atau tidak? Lalu jika diamalkan, bagaimana mengamalkanya? keempat, harta. Dari mana dna untuk apa harta dibelanjakan? Dan yang keempat. Tentang tubuh kita. Nah itu keempat yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Apakah kita sudah amanah? wallahu a’lam bi shawwab.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman