Search
Close this search box.

Inspirasi

Laa Tahzan Innaallaha Ma’ana

Sahabat! Pasti deh salah satu dari sahabat pernah merasakan kepahitan dalam hidup, itu pasti pernah dilewati, ada yang pahit menghadapi realita hidup dan berbagai kepahitan lain yang sahabat rasakan. Rasanya ingin menangis, tapi nangis pun untuk apa dan tidak akan merubah keadaan, dan rasanya pun ingin beranjak dari keadaan, tapi beranjak kemana? Kedepan tidak tahu arah, pulang kebelakang hanya menambah tangisan dan kesedihan. Akhirnya kita tidak tahu kemana, hanya diam dan keadaan tidak berubah dari sebelumnya. Entah apa alasan dan motif, mulai dari ditinggal orang terkasih, patah hati, dipecat dari perusahaan sampai ragam motif lainnya atau bahkan tanpa alasan yang jelas. Tentunya setiap orang punya alasan dan momen titik terendah tersendiri. Biarkan setiap orang melewati titik terendah itu tanpa kita hakimi, karena beban yang dipikul setiap orang akan berbeda. Pasti setiap orang pernah melewatinya, bedanya hanya ada yang bercerita dan ada yang diam saja dan tak banyak bercerita tentang hal ini.

Banyak orang yang membenci kondisi seperti ini, memang siapa juga yang mau, hampir semua orang membenci dan belum tentu menerima keadaanya. Tapi ingat sahabat! itu pula yang membuat sahabat lebih tumbuh dan utuh, keadaan seperti itu juga yang membuat sahabat lebih hebat dan kuat. Disadari atau tidak itu akan membuat sahabat seperti superhero. Lebih baik dari sebelumnya. Karena tau gak sahabat sesekali kita perlu gagal, perlu kalah, perlu jatuh. Karena barangkali jatuh dan keterpurukan saat itu adalah tujuan hidupmu yang sesungguhnya baru lahir. Ketika sahabat menghadapi kondisi sulit seperti ini yang pertama kali harus dilakukan adalah ridho dan lapang dada atas takdir Allah. Sebab ridho itulah kunci membuka pertolongan-Nya. Kayanya bakal sulit deh? Benar memang sulit untuk sampai ridho. Tapi bukan berarti mustahil kan?.

Nah makanya kita harus berpikir positif dan husnudzon kepada Allah ketika menghadapi realita hidup yang begitu pahit. Makanya Allah mengajarkan kepada kita untuk jangan menangis karena Allah ada bersama kita. Indah banget kan sahabat? Seberat apapun hidup yang tengah kita jalani sekarang, esok atau nanti Allah selalu membersamai kita kok. Makanya Allah berfirman seperti itu tuh mengajarkan kita untuk husnodzon bahwa Allah setia bersama kita. Kalau kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita, pasti deh Allah akan bukain dan kasiin solusi atas masalah dan kesedihan yang kita lalui dan alami. Setelah itu kita harus ridho atas takdir yang menimpa kita, kalau kita sudah ridho pasti deh rasanya plong banget. Mau suka dan senang, mau duka dan suka, mau duri dan derita, yang penting Allah ridho dan kita ridho kepada-Nya.

رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ

 “Allah ridho kepada mereka, dan mereka pun ridho kepada-Nya.” (Al Bayyinah [98] : 8)

Tapi apa boleh kita satu saat sedih dan menangis? Boleh banget, yang gak boleh tuh sedih berlebihan seolah-olah udah gak ada harapan hidup. Allah berfirman laa tahzan itu adalah untuk memberikan sakinah atau ketenangan dalam hati kita. Yang Allah sebut dalam ayat itu jangan bersedih bukan jangan menangis. Nangis itu tidak selamanya ekspresi kesedihan, ada juga yang nangis karena terharu bahagia. iya kan?

Terakhir. percayalah bahwa tidaklah beban itu diberikan kecuali Allah akan lebih dulu memberimu kemampuan untuk menanggung semuanya, agar beban yang dipikul terasa ringan. Tidak ada beban yang berat kecuali kamu telah mengingkari kemampuan diri sendiri.

Yuk zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui

💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui  Infak Sedekah Umum

💳 DSKL BSI 880 99988 44

Informasi dan Konfirmasi

📲 081 1221 6667

📲 0852 2118 480

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram :  sedekahku_percikaniman

Tiktok : sedekahkupercikaniman

Youtube : SedekahkuPercikanIman

Share: