Search
Close this search box.

Inspirasi

Lima Wasiat Nabi

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mau mengambil kalimat-kalimat itu dariku lalu mengamalkanya atau mengajarkannya pada orang yang akan mengamalkanya?” Abu Hurairah menjawab, “Saya wahai Rasulullah” Lalu beliau menjawab lima hal…..” Apa saja yah wasiat Nabi? Yuk kita belajar dari wasiat Nabi ini, karena tidak ada sebaik-baik wasiat selain wasiat yang diberikan Nabi kepada umatnya. Nah yuk kita lanjutkan apa saja wasiat yang diberikan beliau kepada umatnya. Lengkap hadits kurang lebih begini,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ. قَالَ: قَالَ رَسُوْلٌ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «‌مَنْ ‌يَأْخُذُ ‌عَنِّي ‌هَذِهِ ‌الكَلِمَاتِ فَيَعْمَلُ بِهِنَّ أَوْ يَعْلَمُهُنَّ؟ مَنْ يَعْمَلُ بِهِنَّ؟ فَقَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ أَنَا يَا رَسُوْلُ اللهِ، فَأَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَدَهُ فَعَدَّ فِيْهَا خَمْسًا فَقَالَ: اِتَّقِ المَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدُ النَاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ الله لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَاسِ، وَأَحَبَّ لِلنَاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَأَحْسِنْ إِلًى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَلَا تُكْثِرْ الضَحَكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَحَكَ تُمِيْتُ القَلْبَ

“Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang mau mengambil kalimat-kalimat itu dariku lalu mengamalkannya atau mengajarkan pada orang yang mengamalkannya?” Abu Hurairah menjawab: Saya, wahai Rasulullah. beliau meraih tanganku lalu menyebut lima hal; jagalah dirimu dari keharaman-keharaman niscaya kamu menjadi orang yang paling ahli ibadah, terimalah pemberian Allah dengan rela niscaya kau menjadi orang terkaya, berbuat baiklah terhadap tetanggamu niscaya kamu menjadi orang mukmin, cintailah untuk sesama seperti yang kau cintai untuk dirimu sendiri niscaya kau menjadi orang muslim, jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati.” (HR Tirmidzi)

Dalam hadist diatas terdapat kalimat hadzihi al kalimati maksudnya adalah siapa saja kalimat wasiat setelahnya, dan siapa saja yang mendengarkan kalimat ini maka amalkanlah. Nah Ada lima wasiat yang disampaikan Nabi;

Pertama, menjaga diri dari yang diharamkan Allah; dalam hadits diatas Rasulullah menggunakan kalimat perintah untuk menjaga diri dari yang diharamkan, namun ini bukan menunjukan perintah yang wajib atau suatu keharusan, melainkan memberi petunjuk dan nasihat. Maksud wasiat ini adalah Nabi untuk menjaga diri dari apapun yang Allah haramkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, karena menjauhi larangan Allah adalah bentuk ketaatan dan ibadah juga.

Kedua, ridho atas apa yang Allah berikan; wasiat kedua ini Rasul sedang menjelaskan hakikat kekayaan, yaitu hakikat kekayaan bukan terletak pada harta, melainkan terletak pada kekayaan jiwa. Artinya ridho terhadap rizki yang Allah berikan merupakan ketenangan jiwa dan hati.

Ketiga, berbuat baik kepada tetangga; yaitu mengajak kepada sesama muslim pada kebermanfaatan, dan saling tolong menolong dalam kebaikan, dan jangan saling tolong menolong dalam keburukan. Siapapun tetangga kerabat kita harus ditolong sesuai kemampuan kita.

Keempat, saling mencintai; wasiat yang keempat ini sesuai dengan hadits Nabi bahwa tidaklah seseorang disebut iman ketika dia dapat mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.

Kelima, jangan sering tertawa; karena keseringan tertawa akan menyebabkan matinya hati, maksudnya yaitu menjadi lalai, dan menurunkan wibawa seorang muslim. Bukan berarti tidak boleh bercanda, tapi jangan sampai candaannya itu menyebabkan turunya wibawa seorang muslim apalagi melalaikan dari hal-hal lain yang jauh lebih penting.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: