Search
Close this search box.

Inspirasi

Makna Hidup

Sebanarnya sudah berapa tahun sahabat hidup di dunia? Mungkin ada yang sudah 25 tahun, bahkan ada juga yang sudah hampir menginjak umur 75 tahun. Tentunya jika kita mengukur pengalaman hidup mereka pasti akan berbeda antara yang berumur 25 tahun dan yang berumur 75 tahun. Dan memang faktanya kita tidak bisa menyamakan pengalaman hidup keduanya, pasti selalu berbeda, apa yang kita alami berbeda dengan orang lain. Ada yang pernah merasakan titik terendah dalam pengalaman hidupnya, ada yang sudah pernah menginjak titik teratas kesuksesan dan tinggal menikmatinya, dan ragam peristiwa lainya. Namun kalau ditanya sebenarnya untuk apa umur kita dihabiskan dengan ragam pengalaman yang telah dilewati masing-masing? Pasti deh tidak sedikit orang akan kebingungan menjawabnya.

Disebabkan kelabakan dan kebingungan menjawab orientasi hidupnya, maka mereka kehilangan sesuatu dalam hidupnya dan terus mencari sesuatu yang hilang itu, yakni makna hidup. Jadi makna hidup itu hilang berawal dari kebingungan dalam orientasi hidupnya, kehilangan visi hidupnya, karena kehilangan visi sama hal nya dengan kehilangan hakikat hidup. Maka tentukan dulu hidup untuk apa dan mau kemana, maka secara bersamaan kita akan menemukan makna dalam hidup. Oleh sebab itu mengapa Allah menegaskan tujuan utama dan pertama manusia dalam menjalani rekaman hidupnya, yaitu untuk beribadah kepada Allah.

Oleh sebab itu makna hidup bagi seorang mukmin adalah bagaimana rekaman hidupnya atau peristiwa hidupnya dikelilingi dengan kebaikan, kebermanfaatan hingga kesholehan, dengan sendirinya hidup akan penuh makna, dan sangat berarti ketika dihadapi dan dijalani. Selanjutnya kita juga harus tahu mau kemana sebenarnya hidup ini dibawa? Tentunya tidak ada arah kemana hidup ini dibawa selain kepada kematian. Sebagaimana firman Allah,

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Katakanlah, “Sesungguhnya, kematian yang kamu hindari pasti menemuimu. Kemudian, kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui hal gaib dan nyata, lalu Allah beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Jumu’ah [62] : 8)

Jika hidup kita hakikatya hanya untuk mati, maka tidak ada jalan lain selain mempersiapkan diri untuk dijadikan bekal kita menghadapi persidangan ilahi. Jadi tidak ada lagi cerita tentang pengalaman yang dilewati sebatas terlintas begitu saja menjadi kenangan namun tidak ada jejak atau hasil yang bisa dituai ketika tua nanti, artinya telah kehilangan makna dalam hidup, tidak lagi berarti. Maka kita kembalikan hidup pada tujuanya untuk ibadah, dan jejak langkah kita hakikatnya mengarah pada kematian semata.

Ketika berhasil menemukan makna dalam setiap detik peristiwanya, niscaya dibagian fragmen hidup manapun akan berarti dan dijalani dengan penuh kebahagian. Makanya hidup berarti itu tidak ditentukan oleh kaya dan sengsaranya seseorang, melainkan erat kaitanya tentang makna yang diberikan kepada realitas yang tengah kita jalani dan hadapi.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: