Search
Close this search box.

Inspirasi

Manusia Punya Tiga Sahabat

Salah satu fitrah manusia adalah mereka selalu memiliki relasi untuk berhubungan dalam kehidupan masyarakat dan bersosial. Dengan relasi itu mereka bisa saling menopang satu sama lain untuk memenuhi dasar kehidupan mereka. Kita tidak bisa memakan nasi kalau tanpa ada jasa dari petani, kita bisa memakai baju karena ada jasa seorang penjahit, seperti itu seterusnya. Artinya mereka saling membantu karena adanya hubungan timbal balik satu sama lain. Dengan kata lain setiap manusia pasti memiliki kerabat, teman, atau saudara.

Ada yang punya sahabat dimana-mana, punya kerabat saudara yang banyak. Tapi diantara sahabat dan kerabat kita cuman tersisa tiga. Loh kok tinggal tersisa tiga? Siapa aja sih? Coba deh simak hadits dibawah ini,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960)

Nah sahabat berdasarkan hadits ini ternyata sahabat kita cuman tersisa tiga loh, pertama keluara, kedua harta dan ketiga itu agama. Inilah tiga sahabat yang tersisa yang dimaksudkan. Terkadang kepada sahabat pertama kita selalu memberikan kontribusi namun jarang dengan semangat, biasanya hanya sewajarnya, namun kepada sahabat yang kedua tidak seperti kepada sahabat yang pertama, justru kadang lebih totalitas, tapi anehnya kepada sahabat ketiga kerap menolong dengan tenaga sisa dan seadanya saja.

Seperti itulah kebanyakan sikap kita kepada tiga sahabat yang tersisa. Tapi ketika dihadapan persidangan kita suka meminta tolong kepada tiga sahabat itu, masa iya punya sahabat tidak bisa menolong dan meminta pertolongan. Ketika minta pertolongan kepada keluarga eh ternyata cuman bisa anterin sampai lawang pintu persidangan, bagaimana didalam persidangan mereka tidak bisa membantu sama sekali, akhirnya kita meminta pertolongan kepada sahabat yang kedua, yaitu harta. Ternyata harta pun sama, meski kita sudah mati-matian kepada harta, taunya mereka tidak bisa menolong, bahkan mengantarkan pun tidak, akhirnya kita kecewa berat. Saat meminta pertolongan kepada yang ketika, agama, ternyata mampu menolong dan siap menemani sampai persidangan, hanya saja saat itu kita menolong agama dengan tenaga sisa, seadanya dan tidak totalitas. Akhirnya semakin menyesal dan sadar bahwa tidak ada dari tiga sahabat itu yang paling setia selain agama. Supaya agama menolong kita nanti diakhirat, maka sahabat sudah seharusnya tau apa yang harus dilakukan kepadanya saat di dunia?

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: