Search
Close this search box.

Inspirasi

Married Is Scary?

Memang menikah bakal semenakutkan itu? Begitu pertanyaan yang kerap menghantui anak-anak muda yang punya semangat menikah muda. Pertanyaan itu muncul dari akibat konten-konten yang memperlihatkan sisi lain dari rumah tangga. Yang memang konotasinya agak dicitrai negatif. Tapi sekali lagi apakah memang menikah semenakutkan itu? Seperti yang ditampilkan di media-media sosial. Apalagi belum lama bulan kemarin sedang diramaikan oleh kasus kdrt yang dialami oleh salah seorang selebgram. Dan konon katanya korban yang mengalami kdrt diselingkuhi oleh suaminya sendiri. Nah jelas-jelas oleh fakta media menikah menjadi semakin menyeramkan. Akibatnya tidak sedikit memilih sendiri tanpa menikah sama sekali karena tidak mau menghadapi realita yang dihadapi media, sampai-sampai ada yang bilang, “Kalau berdua harus menderita, buat apa menikah? Padahal sendiri bisa bahagia?”

Nah sahabat itu semua adalah asumsi yang muncul dari keminiman ilmu tentang menikah. Yuk kita coba cek.

Dalam Alquran menikah itu diungkapkan sebagai suatu perjanjian yang agung, atau bahasa Alquranya adalah mitsaqan ghaliza. Menurut ulama yang dimaksud ghalidza adalah syadid, artinya sesuatu yang sangat. Adapun mitsaqan ghalidza adalah ikatan kuat yang mengikatkan laki-laki dengan perempuan dengan ikatan yang sangat kuat dan hukumnya. Dengan kata lain pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Jadi pernikahan memang bukan hanya sebatas perjanjian yang dilakukan antara dua makhluk, tapi meliputi perjanjian dengan Allah. Ternyata kalimat mitsaqan ghaliza diungkapkan dalam tiga hal, pertama dalam konteks pernikahan, kedua, perjanjian Bani Israil dengan Allah, dan yang terakhir adalah perjanjian Allah dengan ulul azmi.

Dari ketiga konteks pembahasan tentang mitsaqan ghaliza menunjukan perjanjian yang sangat berat. Berarti pernikahan itu disebandingkan dengan perjanjian Bani Israil dan Ulul Azmi dengan Allah. Nah sahabat bisa dibayangkan seberat apa beban yang dipikul dari pernikahan? Oleh sebab itu ini harus kita sadari bahwa memang pernikahan itu berat. Jadi jangan terlalu memikirkan finansial untuk melaju ke jenjang pernikahan, tapi jangan lupa juga pertanggungjawaban yang harus diterima ketika masuk ke jenjang rumah tangga. Lalu untuk apa Allah menekankan begitu berat dan agungnya pernikahan? Bukan menunjukan tidak mungkin dilakukan oleh manusia karena saking beratnya, tapi harus dipersiapkan untuk membawa pertanggungjawaban yang berat dengan ilmu yang mumpuni.

Nah sahabat, berarti menikah itu kalau memang menyeramkan, maka sadari saja memang menyeramkan. Namun bukan untuk dijauhi apalagi ditakuti, tapi harus dipersiapkan dengan bekal ilmu dan tawakal kepada Allah. Karena faktanya tidak ada yang siap melaju ke pernikahan, tapi kenapa mereka tetap memilihi menikah? Jawabanya karena mereka sudah disiapkan dan Allah sendiri yang menyiapkanya, sebab itu takdirnya menuntun pada pernikahan.

Jadi apakah menikah itu berat dan menakutkan? Jawabanya “iya” memang pertanggungjawaban pernikahan itu berat dan cukup menakutkan. Kalau berat berarti harus dipersiapkan agar menjadi ringan, dan kalau takut harus dibasmi dengan ilmu agar jadi tahu. Nah maka cara menghadapi mitsaqan ghalidza, yaitu tawakal kepada Allah dan menyiapkan ilmu yang sesuai dan dibutuhkan untuk persiapan maju ke jenjang rumah tangga.

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.

Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958

Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817

Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803

Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya

Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman

Share: