Mati itu untuk kita
Kira-kira kalau dihitung berapa kali sahabat pernah liat mobil ambulan di jalan? Pasti deh sudah berapa kali sahabat lihat ambulan lalu-lalang dijalan kan? Nah apa yang terbayang ketika sahabat melihat mobil ambulan? Ada yang jawab kecelakaan, kematian, jenazah dll. Jadi rasanya ketika melihat ambulan itu pengennya merinding kan, karena yang terbayang semuanya mengerikan dan menakutkan.
Tapi kenapa ya kita tidak merasa takut bahwa suatu saat apa yang kita bayangkan itu akan menimpa kita? Malah mendengar berita kematian seseorang, respon kita biasanya biasa-biasa aja, gak ada efek apapun. Kenapa ya bisa gitu? Nah jawabanya ada di hadits Rasulullah,
أَيُّهَا النَّاسُ! كَأَنَّ الْمَوْتَ فِيهَا عَلَى غَيْرِنَا كُتِبَ، وَكَأَنَّ الْحَقَّ فِيهَا عَلَى غَيْرِنَا وَجَبَ، وَكَأَنَّ الَّذِينَ نُشَيِّعُ مِنَ الْأَمْوَاتِ سَفْرٌ، عَمَّا قَلِيلٌ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ، نُبَوِّئُهُمْ أَجْدَاثَهُمْ، وَنَأْكُلُ تُرَاثَهُمْ، كَأَنَّا مُخَلَّدُونَ بَعْدَهُمْ، قَدْ نَسِينَا كُلَّ وَاعِظَةٍ، وَأَمِنَّا كُلَّ جَائِحَةٍ
“Wahai manusia, mati itu seolah-olah ditetapkan untuk orang lain saja, dan melakukan kebenaran itu hanya diwajibkan untuk orang lain saja, dan seolah-olah mengantarkan jenazah itu seperti kita mengantarkan orang yang safar yang tak lama lagi akan kembali kepada kita lagi, kita menempatkan mereka kepada kuburan-kuburan mereka dan memakan harta warisan dari mereka seolah-olah kita akan abadi setelah mereka. Dan sungguh kita telah melupakan setiap nasihat dan kita merasa aman dari setiap musibah”
Sahabat, hadits ini tuh khutbah Rasulullah kepada para sahabatnya. Beliau menjelaskan tentang kesalahan kebanyakan orang-orang yang suka tidak mentafakuri terhadap hal-hal yang seharusnya jadi nasihat. Ketika melihat yang meninggal, kita suka menganggap kematian hanya untuk mereka, kita tidak akan meninggal.
Mayat yang dipanggul dan digiring orang hingga ke tempat terakhirnya, kemudian mayat yang terkujur kaku di dalam tanah, dan akhirnya di timbun dengan tumpukan tanah dan prosesi lainya tidak dijadikan sebagai nasehat. Banyak yang beranggapan bahwa kematian hanya milik orang, penyakit hanya milik orang, kecelakaan hanya akan menimpa orang lain, sedangkan kita akan sehat selalu, dan kematian tidak akan menjemput kita, kita merasa baik-baik saja. Padahal datangnya kematian tidaklah diundang dan kedatanganya pun tidak di sangka-sangka, menyasar yang sehat atau yang sakit, yang tua atau yang muda, yang gagah atau lemah, tetap kematian itu hakikatnya akan datang.
Imam Musthofa Al Maraghi
ِكُلُّ خُطْوَةٍ فِيْ عَمَلِكَ فِيْ الحَقِيْقَةِ خُطْوَةٌ إِلَى اَجَلِكَ وَ هُنَاكَ لِقَاءُ الله
“Setiap dalam amalmu pada hakikatnya adalah langkah menuju ajalmu, maka disana pertemuan dengan Allah Swt”.

Berasa kehidupan dunia adalah kehidupan yang sebenarnya, kehidupan abadi, tidak ada alam penghisaban, seluruh amalan-amalanya tidak akan ditimbang, dan merasa aman dari ancaman penghisaban. Akibat anggapan seperti ini manusia menjadi lupa bahwa dirinya adalah fana, dirinya lupa bahwa umurnya berkurang, kulit kecangnya mulai keriput, merasa umurnya semakin kesini semakirn berkurang dan merasa jauh dari ajal kematian.
Inilah yang sering kita lupakan dalam kehidupan ini, seolah-olah dunia ini adalah keabadian dan kita tidak akan diancam kematian, kenapa? Karena menurutnya ancaman dan malapetaka hanya bagi orang lain, demikian juga hal nya dalam kematian, kita sering menganggap kematian hanya buat orang lain tapi bukan buatt kita, padahal kita sama-sama manusia yang diberi nyawa yang hidup di dunia fana. Dan hakikatnya kita akan mati.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Tunaikan Ibadah qurban untuk kebahagiaan bersama, tunaikan melalui rekening
💳 DSKL BSI 880 99988 44
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman