Siti Hajar bersama Ismail kecil yang masih menyusui kepada ibundanya harus ditinggal Nabi Ibrahim disebuah pohon besar di atas Zamzam tanpa penghuni. Ini bukan bukti tidak cinta, justru itu bukti cinta. Makanya ketika Siti Hajar bertanya “Apakah Allâh yang memerintahkan hal ini kepadamu?” Nabi Ibrahim menjawab, “Benar.” Hajar menimpali, “Kalau begitu, Allâh tidak akan menyia-nyiakan kami.” kemudian Hajar kembali ke tempat semula.

Meskipun sulit melepas, tapi Nabi Ibrahim enggan cintanya dibangun tanpa taat kepada Allah SWT, meskipun merasa tega menyembelih Ismail, tapi Nabi Ibrahim tidak mau cintanya sebatas nafsu, tapi rela menyembelih nafsunya dan menyatakan taat dan baktinya hanya kepada Allah SWT. Dan hebatnya beliau ikhlas tanpa mengharapkan sedikit pun balasan.

Berarti kita harus berani dan bisa melepas cinta, kata Allah SWT,
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (Ali Imran [3] : 92)

Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman