Sahabat pernah bertanya tidak ke diri sendiri mengapa kita dilahirkan sebagai muslim? Jangan-jangan belum pernah yah? Nah inilah efek dari islam kita sebatas label keterangan di ktp, dulu populer dengan istilah “islam ktp”. Pasti sahabat belum ketemu jawabanya kan? Akibatnya islam kita sebatas keturunan dan ikut-ikutan. Jadi kalau suatu saat ada yang bertanya kenapa sahabat dilahirkan dalam keadaan Islam, jawabanya tidak sedikit karena keturunan, “ya karena ibu dan bapak saya Islam” Ujung-ujungnya karena tidak bisa membuktikan alasan mengapa kita muslim, maka banyak sekali yang tidak bangga dengan kemuslimannya, bahkan ada yang malu menjadi muslim dan menyembunyikan keislamanya dengan pura-pura tidak Islami.

Belum lagi ada yang bertanya begini, “Kalau kalian sebagai Muslim dan dinilai sangat hebat dalam peradaban sejarahnya, dan di klaim sebagai umat yang paling baik, maka coba buktikan kehebatan kalian?” Jika suatu saat muncul pertanyaan ini, sahabat mau menjawab apa? Memang seberapa penting sih pertanyaan itu? Justru sangat penting sekali untuk membuktikan kepada dunia bahwa apa yang dinyatakan oleh Alquran itu benar. Semua itu akan terjawab jika pertanyaan awal mampu dijawab, mengapa kita muslim?
Mari kita buktikan bahwa kita bersyukur telah dilahirkan dalam keadaan muslim, dibuktikan secara fakta yang bukan angan-angan belaka apalagi isapan jempol semata.

Pertama, Islam sebagai sebuah nama agama yang diberikan oleh Allah dan satu-satunya yang Dia ridhoi. Dan faktanya agama Islam adalah satu-satunya agama wahyu yang namanya diberikan langsung oleh Allah lewat Alquran. Berbeda dengan agama-agama lain, seperti Yahudi, Katholik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu yang diberikan namanya oleh pengamat keagamaan atau manusia itu sendiri. Makanya disebut agama ardhi. Makanya nama Islam adalah satu-satunya nama agama yang tidak tunduk oleh penamaan manusia,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Sesungguhnya, agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam. Orang-orang Ahli Kitab berselisih setelah mereka memperoleh ilmu karena kedengkian di antara mereka. Siapa pun yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Ali Imran [3] : 19)
Kedua, Islam sebagai agama wahyu. Islam merupakan agama yang tidak bisa diatur oleh kreatifitas manusia, dan tidak pernah berubah meski telah melewati kurang lebih 1400 abad. Dari sejak dahulu hingga sekarang yang namanya sholat itu sama dan tidak berubah, semua umat muslim melaksanakannya serentak tidak tunduk pada perubahan zaman dan budaya. Nah ini bukti bahwa agama Islam itu agama wahyu yang abadi, final dan benar. Barat menganggap Islam adalah agama budaya hasil jepretan kreatifitas manusia, sehingga masih bisa berpotensi di rubah sesuai perubahan zaman. Pernyataan seperti akan sangat membahayakan jika kita sendiri tidak tahu argumentasi mengapa kita muslim, tidak sedikit muslim tergerus oleh anggapan-anggapan bahaya dari Barat sehingga mereka melabeli dirinya sebagai “muslim liberal”. Bukti keabadian Islam sebagai agama wahyu adalah dia mampu menembus segala zaman dan masih tetap relevan tanpa harus diotak-atik, bahkan banyak penemuan-penemuan kontemporer yang muncul dari agama Islam. Seperti Dr Murrice Bucaile yang masuk Islam setelah meneliti saintis dalam Islam.

Ketiga, kita memiliki teladan abadi yaitu Nabi Muhammad SAW. Micheal H Heart mengungkapkan dengan jujur, “My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise some readers and may be questioned by others, but he was the only man in history who was supremely successful on both the religious and secular level” Micheal H Heart.
Kurang lebih artinya, “pilihan saya terhadap Muhammad untuk memimpin daftar orang-orang paling berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan mungkin dipertanyakan oleh orang lain, tetapi dia adalah satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat sukses baik di tingkat agama maupun dunia.” Alasan lain dia menempatkan Muhammad diurutan pertama disebabkan Nabi Muhammad mampu mendakwakan Alquran dan Sunnah dalam kurun waktu 23 tahun, dan telah berhasil menyebarkan ke beberapa pelosok jazirah Arab.
Itulah tiga bukti mengapa kita harus berbangga dilahirkan sebagai muslim, namun yang harus ditekankan jangan berhenti pada kebanggan tapi harus dilanjutkan pada alasan-alasan argumentatif mengapa Islam mesti di banggakan dan kita harus berysukur atas hal itu. Sehingga keberagamaan kita tidak dilandasi ikut-ikutan apalagi keturunan, tapi beragama atas dasar keyakinan dan pemahaman.
Yuk jangan lupakan kewajibanmu untuk membayar zakat atau beramal dalam bentuk apapun.
Zakat sekarang juga, tunaikan zakatmu melalui
💳 BSI 888 9595 958
Salurkan sedekah terbaik sahabat melalui Infak sedekah umum
💳 BSI 880 999 8817
Informasi dan Konfirmasi
📲 081 1221 6667
📲 0852 2118 4803
Follow akun sosial media untuk info kebaikan lainnya
Instagram : http://instagram.com/sedekahku_percikaniman
Tiktok : http://tiktok.com/@sedekahkupercikaniman
Youtube : http://youtube.com/@SedekahkuPercikanIman